=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194996 =005 20260407012456 =035 ##$$a 0010-0426000141 =245 1#$$a OPTIMALISASI PENATAUSAHAAN ASET TETAP PADA BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KOTA SAMARINDA /$c Ratri Diah Setyaningrum =100 #$$a Ratri Diah Setyaningrum =300 ##$$a 11 : $b ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13981 =700 #$$a Anindita Primastuti =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 336.013 598 383 1 =084 ##$$a 336.013 598 383 1 RAT o =650 #4$$a Keuangan Daerah =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang: Penatausahaan aset tetap merupakan kegiatan yang meliputu pembukuan, inventarisasi, dan pelaporan. Dengan adanya penatausahaan aset dapat mewujudkan tertib pengelolaan barang milik daerah. Penelitian ini membahas tentang optimalisasi penatausahaan aset tetap pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah kota Samarinda. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui optimal atau tidaknya pelaksanaan penatausahaan aset tetap pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah kota Samarinda. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat optimalisasi penatausahaan aset tetap serta hambatan dan upaya yang dilakukan oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Samarinda. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan kerangka berpikir induktif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Teknik pegumpulan data yang diperoleh melalui observasi, wawncara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan metode pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil/Temuan: Berdasarkan penelitian, dalam pelaksanaan penatausahaan aset tetap pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah kota Samarinda terdapat beberapa hambatan. Dalam dimensi pembukuan sudah berjalan dengan sebagaimana mestinya,akan tetapi masih harus terus dilakukan peningkatan dalam pelaksanaannya karena masih ada beberapa aset yang belum tercatat dalam kartu inventaris barang. Dalam dimensi inventarisasi, masih ditemukan beberapa permasalahan mengenai kondisi fisik aset dan kurang lengkapnya bukti kepemilikan. Sedangkan dalam dimensi pelaporan sudah berjalan dengan baik dan dilaksanakan secara tepat waktu. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa penatausahaan aset tetap pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah kota Samarinda dapat dikatakan terlaksana secara optimal namun masih terdapat beberapa kendala dan permasalahan Faktor yang menjadi penghambat dalam pentausahaan aset tetap yaitu kurang lengkapnya data aset dalam pengisian Kartu Inventaris Barang, kurangnya sumber daya manusia, baik dari segi jumlah maupun kemampuan, serta kurangnya kesadaran terhadap kebijakan untuk mengembalikan kendaraan dinas khususnya para pensiunan dan pejabat yang di mutasi. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi faktor penghambat dalam penatausahaan aset tetap yaitu melakukan rekonsiliasi data secara rutin, melakukan bimbingan teknis penatausahaan aset kepada para pegawai untuk meningkatkan kemampuan para pegawai, dan memberikan kebiajakan yang tegas untuk melakukan penarikan kendaraan dinas.