=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001194998 =005 20260407012824 =035 ##$$a 0010-0426000143 =245 1#$$a EFEKTIVITAS ABSENSI ELEKTRONIK FINGERPRINT DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN PEGAWAI DI DINAS PARIWISATA PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN PADANG PARIAMAN PROVINSI SUMATERA BARAT /$c Ladea Fitir Diansi =100 #$$a Ladea Fitir Diansi =300 ##$$a 12 : $b ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/12982 =700 #$$a Yani Alfian =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 915.980 459 813 51 =084 ##$$a 915.980 459 813 51 LAD e =650 #4$$a pariwisata Indonesia =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Absensi elektronik Fingerprint adalah alat presensi yang akan merekam kedatangan dan kepulangan pegawai melalui deteksi sidik jari. data yang terekam di absensi elektronik fingerprint akan terekam secara otomatis beserta waktu kehadiran dan waktu saat pulangnya. Alat absensi ini sangat membantu untuk mengevaluasi tingkat 2 disiplin para pegawai. Penerapan Penggunaan absensi elektronik ini memudahkan pimpinan dalam melakukan pengawasan serta memberikan sanksi dan penghargaan terhadap pegawai yang telah melanggar disipilin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui dan menjelaskan efektivitas absensi elektronik fingerprint dalam meningkatkan kedisiplinan pegawai serta mengetahui faktor penghambat efektivitas absensi elektronik fingerprint dalam meningkatkan kedisiplinan pegawai dan upaya yang dilakukan dalam efektivitas absensi elektronik fingerprint dalam meningkatkan kedisiplinan pegawai. Metode: Penelitian ini mengunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif dan juga untuk memperkuat data menggunakan metode kuesioner. Adapun Teknik pengumpulan data yang di gunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknis analisis data yang di gunakan adalah Reduksi data, penyajian data, dan penarik kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya pengunaan absensi elektonik fingerprint dalam meningkatkan kedisiplinan pegawai sudah baik dengan persentase 80% kuesioner. Dalam hasil wawancara dan observasi juga didapatkan hasil yang efektif. Kesimpulan: Pengunaan absensi elektonik fingerprint dalam meningkatkan kedisiplinan pegawai sudah baik dengan persentase 80% kuesioner. Dalam hasil wawancara dan observasi juga didapatkan hasil yang efektif. Tetapi masih terdapat hambatan dalam meningkatkan kedisiplinan pegawai yaitu belum tertibnya penggunaan fingerprint oleh pegawai, mesin absensi elektronik sering terkendala, dan masih seringnya pemadaman listrik dan gangguan jaringan. Upaya yang dilakukan adalah memberikan reward kepada pegawai yang disiplin dan memberikan punishment kepada pegawai yang tidak disiplin, mengoptimalkan sarana dan prasarana, melakukan pemeriksaan terhadap jaringan operasional agar meningkatnya kedisiplinan pegawai Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Padang Pariaman.