=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195011 =005 20260407015232 =035 ##$$a 0010-0426000156 =245 1#$$a KINERJA APARATUR DINAS SOSIAL DALAM PENYALURAN BANTUAN MELALUI PROGRAM PENERIMA BANTUAN IURAN JAMINAN KESEHATAN (PBI - JK) DI KECAMATAN SELAT KABUPATEN KAPUAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH /$c Efra Dwi Otniel =100 #$$a Efra Dwi Otniel =300 ##$$a 12 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14183 =700 #$$a Wangsih =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 362.104 252 598 32 =084 ##$$a 362.104 252 598 32 EFR k =650 #4$$a Jaminan kesehatan =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Hal yang melatarbelakangi penulisan skripsi ini adalah keterhambatan penerimaan bantuan melalui program Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) bagi masyarakat miskin karena beberapa kendala secara internal dan eksternal. Tujuan: Disusun guna mengetahui kinerja aparatur Dinas Sosial Kabupaten Kapuas dalam pelayanan melalui penyaluran bantuan bagi masyarakat Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBIJK), kendala atau hambatan yang dihadapi, serta upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala atau hambatan dalam penyaluran bantuan bagi masyarakat melalui program Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK). Didalam peneliti ini peneliti menggunakan teori kinerja yang di kemukakan oleh T.R Mitchell dalam Sedarmayanti (2009) yang menjadi indikator penilaian kinerja aparatur yang terdiri dari 5 dimensi yaitu kualitas Kerja, Ketepatan Waktu, Inisiatif, Kemampuan, dan Komunikasi Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif . sedangkan Teknik Pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, observasi dan wawancara. Informan yang diwawancarai adalah Kepala Dinas Sosial, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Kepala Subbagian Umum dan Perencanaan, Staf Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Masyarakat Peserta PBIJK. Hasil/Temuan: Hasil dari penelitian yang telah dilakukan adalah indikator-indikator yang digunakan untuk mengukur kinerja sudah dilaksanakan dengan baik oleh Dinas Sosial, namun beberapa masalah dan kendala masih ada yang belum bisa diselesaikan secara singkat seperti kurangnya sumber daya aparatur yang mengelola verifikasi data yang bersifat dinamis sehingga data terus berjalan dan harus dipantau, masalah eksternal dari masyarakat karena kurangnya pengetahuan dan informasi, keterbatasan anggaran dalam pengusulan data, sarana dan prasarana terbatas, kurangnya operator SIK-NG di desa/kelurahan yang bertanggung jawab dalam penumpulan data, serta kondisi dan status kemiskinan yang berubah. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa kinerja aparatur Dinas Sosial sudah cukup baik, namun dalam proses yang terus berjalan dalm penyaluran bantuan PBI-JK tersebut mempunyai data yang bersifat dinamis sehingga perubahan dapat terus terjadi sehingga memerlukan kualitas yang baik dari aparatur serta jumlah aparatur yang cukup untuk menangani setiap aspek yang berkaitan.