=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195039 =005 20260407025021 =035 ##$$a 0010-0426000184 =245 1#$$a PEMBERDAYAAN PETANI KAKAO DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KAKAO OLEH DINAS PERTANIAN DI KABUPATEN SIKKA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR /$c BAIQ FITRI HAMDAYANI UMAR =100 #$$a BAIQ FITRI HAMDAYANI UMAR =300 ##$$a 18 : $b ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15211 =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 630.925 986 841 =084 ##$$a 630.925 986 841 BAI p =650 #4$$a Petani Kakao =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kabupaten Sikka merupakan salah satu contoh daerah yang memiliki potensi di sektor pertanian, dengan dominasi masyarakat berprofesi sebagai petani. Tanaman Kakao menjadi salah satu sektor unggulan pembangunan perekonomian masyarakat di Kabupaten Sikka serta menjadi komoditi unggulan penyumbang pendapatan utama bagi masyarakat di Kabupaten Sikka, namun petani kakao belum sepenuhnya berdaya maju dengan usahanya tersebut. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan pemberdayaan petani kakao dalam meningkatkan produktivitas oleh Dinas Pertanian di Kabupaten Sikka, faktor penghambat dan upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi faktor penghambat. Metode: Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan reduksi data dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberdayaan petani kakao di Kabupaten Sikka oleh Dinas Pertanian yaitu Bina Manusia,Bina Usaha, Bina Lingkungan dan Bina Kelembagaan. Dilihat dari empat indikator tersebut proses pemberdayaan oleh pemerintah telah diberikan melalui beberapa cara berupa sosialisasi dan pembimbingan teknis untuk peningkatan pengetahuan dan keterampialan serta pemberian bantuan. Namun masih terdapat kekurangan yang menjadi penghambat pemberdayaan tersebut, antara lain: kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya program pemberdayaan, kestabilan harga dan akses pasar yang belum memadai sehingga mempengaruhi pendapatan petani kakao dan minimnya anggaran untuk program pemberdayaan. Upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi hambatan adalah pemberian sosialisasi dan bimbingan teknis, mendorong petani kakao untuk masuk ke pasar ekpor, dan menciptakan kartu tani. Kesimpulan: Pemberdayaan petani kakao dalam meningkatkan produktivitas oleh Dinas Pertaniandi Kabupaten Sikka terbagi dalam empat kategori ialah bina manusia, bina usaha, bina lingkungan, dan bina kelembagaan.