=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195040 =005 20260407025531 =035 ##$$a 0010-0426000185 =245 1#$$a PERAN PEMERINTAH DESA DALAM PENANGANAN STUNTING DI DESA KONTUMERE KECAMATAN KABAWO KABUPATEN MUNA PROVINSI SULAWESI TENGGARA /$c NUR HASRAT ILLAHI =100 #$$a NUR HASRAT ILLAHI =300 ##$$a 10 : $b ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15610 =700 #$$a Muhadam Labolo =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 363.859 848 41 =084 ##$$a 363.859 848 41 NUR p =650 #4$$a Stunting =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP):Penanganan Stunting di Desa Kontumere Kecamatan Kabawo Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penanganan stunting oleh Pemerintah Desa Kontumere Kecamatan Kabawo Kabupaten Muna Provinsi SulawesiTenggara, faktor pendukung dan penghambat penanganan stunting tersebut. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Metode: Metode pengumpulan data yang digunakan dalam laporan akhir ini adalah dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah mereduksi data, menyajikan data, dan melakukan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Berdasarkan hasil penelitian bahwa penanganan stunting di Desa Kontumere Kecamatan Kabawo Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara belum optimal.Kesimpulan: Hal tersebut terlihat dari program penanganan stunting yang ada di Desa Kontumere yang belum sepenuhnya berjalan, dilihat masih adanya faktor penghambat yang mempengaruhi hal tersebut antara lain kepercayaan dan adat setempat yang masih dipegang teguh sehingga mempengaruhi asupan gizi ibu hamil dan anak, banyaknya ibu hamil yang berada pada usia muda dengan tingkat pendidikan rendah, dan kurangnya kepedulian terhadap lingkungab sehingga kebersihan lingkungan terganggu. Saran yang diberikan dari hasil penelitian ini, yaitu perlu adanya sosialisasi dan komunikasi yang lebih luas terkait penanganan stunting kepada seluruh masyarakat, serta meningkatkan kerjasama antara pemerintah, baik itu kader posyandu, kader pembangunan manusia dan bidan yang ada didesa tersebut agar terlaksananya program penanganan stunting secara optimal.