=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195074 =005 20260409074556 =035 ##$$a 0010-0426000219 =245 1#$$a OPTIMALISASI PROGRAM KAMPUNG KB DALAM MENGENDALIKAN LAJU PERTUMBUHAN PENDUDUK DI KABUPATEN POLEWALI MANDAR PROVINSI SULAWESI BARAT /$c Andi Dian =100 #$$a Andi Dian =300 ##$$a 10 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13709 =700 #$$a Ida Yunari Ristiani =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 363.965 984 4 =084 ##$$a 363.965 984 4 AND o =650 #4$$a Keluarga berencana =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP) Laju pertumbuhan penduduk yang cenderung meningkat menyebabkan padatnya penduduk sehingga menimbulkan pengangguran, kriminalitas yang tinggi, angka harapan hidup yang rendah dan bahkan dapat berdampak ke lingkungan sekitar seperti banyaknya sampah masyarakat. Tujuan : Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana optimalisasi program kampung kb dalam mengendalikan laju pertumbuhan penduduk di kabupaten polewali mandar, untuk mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambat optimalisasi program kampung kb dalam mengendalikan laju pertumbuhan penduduk di kabupaten polewali mandar serta untuk mengetahui apa saja upaya untuk mengatasi faktor penghambat program kampung kb dalam mengendalikan laju pertumbuhan penduduk di kabupaten polewali mandar. Maka dari itu, diperlukan sebuah program guna mendorong pengendalian laju pertumbuhan penduduk dan salah satu upaya tersebut yaitu program kampung KB. Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dalam bentuk deskriptif dengan pendekatan induktif. Hasil/Temuan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi program Kampung KB oleh DP2KBP3A di Kabupaten Polewali Mandar sudah berjalan dengan baik, hanya saja masih terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi seperti kurangnya SDM dan pengalaman yang berkompeten yang dimiliki oleh petugas lapangan dalam melaksanakan tugasnya serta adanya masyarakat yang belum menyadari betapa pentingnya program kampung KB ini. Apabila hal ini terus berlanjut maka akan menjadi faktor penghambat keberhasilan program kampung KB di Kabupaten Polewali Mandar. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyarankan untuk lebih ketat dalam sistem perekrutan para PLKB dan Kader Kampung KB agar dapat mempermudah dalam melatih skill dan keterampilan IT, sehingga dapat menciptakan kualitas SDM pegawai yang baik dan bisa menguasai IT.