=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195086 =005 20260409115556 =035 ##$$a 0010-0426000231 =245 1#$$a EFEKTIVITAS PROGRAM "SI MAK INA GERAM" DALAM MENURUNKAN ANGKA KEMATIAN IBU (AKI) DI KABUPATEN BULUNGAN /$c Muhammad Albi Rusliansyah =100 #$$a Muhammad Albi Rusliansyah =300 ##$$a 12 : $b ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13118 =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 361.001 598 391 2 =084 ##$$a 361.001 598 391 2 MUH e =650 #4$$a Permasalahan Sosial dan Layanan Sosial =520 ##$$a Permasalahan/ Latar Belakang (GAP): Program “Si Mak Ina Geram” merupakan strategi yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan yang dimaksudkan untuk menurunkan angka kematian ibu (AKI). Gerakan pemerintah untuk merancang strategi ini diharapkan bisa memaksimalkan dalam menurunkan angka kematian ibu (AKI), karena berdasarkan data yang diperoleh jumlah angka kematian ibu di Kabupaten Bulungan telah meningkat dari tahun 2018 sampai 2021. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi efektivitas program “Si Mak Ina Geram” dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Bulungan dan meneliti bagaimana bentuk dan upaya pemerintah dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Bulungan melalui program “Si Mak Ina Geram”. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendeketan induktif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara, dokumentasi dan observasi. Data yang telah terkumpul akan dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas program "Si Mak Ina Geram" dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Bulungan telah berjalan efektif meskipun masih terdapat beberapa faktor yang menghambat pelayanan tersebut. Kesimpulan : Selanjutnya, Upaya pemerintah dalam menurunkan angka kematian ibu (AKI) melalui program ini adalah melakukan sosialisasi baik dari media cetak ataupun media sosial secara berkelanjutan, menambah jumlah tenaga kerja kesehatan dalam perbantuan program menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan mengoptimalisasikan sarana serta prasarana dalam rangka penurunan angka kematian ibu (AKI).