=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195126 =005 20260410084125 =035 ##$$a 0010-0426000271 =245 1#$$a UPAYA DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS KINERJA APARATUR DESA DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA PROVINSI SULAWESI UTARA /$c ARIF WAHYUDI NANI =100 #$$a ARIF WAHYUDI NANI =300 ##$$a 9 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14948 =700 #$$a Wirman Syafri =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 352.170 959 842 62 =084 ##$$a 352.170 959 842 62 ARI u =650 #4$$a Pemerintahan Desa =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pelaksanaan tugas Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa belum dapat terlaksana dengan optimal. Hal ini dikarenakan berbagai macam faktor yaitu rendahnya aparatur pemerintah yang ada di desa serta minimnya fungsi pemantauan di lingkungan masyarakat. Tujuan: Tujuan pada penelitian ini yaitu untuk mengetahui upaya Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Dalam Meningkatkan Kualitas Kinerja Aparatur Desa Di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dan untuk mengetahui faktor yang menjadi penghambat kinerja aparatur untuk meningkatkan kualitas yang terdapat pada aparatur desa di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Pada penelitian ini penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif menggunakan metode eskploratif serta menggunakan pendekatan induktif. Metode: tersebut digunakan untuk mendeskripsikan aspek yang berhubungan dengan fokus penelitian yang bertujuan untuk mengetahui upaya pengembangan pengetahuan dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan. Hasil/Temuan: Berdasaran hasil analisis pada penelitian Upaya Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Dalam Meningkatkan Kualitas Kinerja Aparatur Desa Di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara sudah cukup baik. Hal ini dinilai dari dimensi kualitas kerja, tepat waktu, inisiatif, kemampuan dan komunikasi pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa yang selalu mengupayakan hal-hal yang terbaik bagi masyarakat seperti dengan memberikan sosialisasi dan sering melakukan pemantauan dan evaluasi di lingkungan masyarakat. Kesimpulan: Aparatur Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa juga melakukan kolaborasi dengan aparatur desa supaya semua yang direncanakan dapat tercapai. Faktor yang menjadi penghambat kinerja aparatur untuk meningkatkan kualitas yang terdapat pada aparatur desa di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa yaitu aparatur desa yang kurang, sarana dan prasarana yang kurang memadai, kurangnya pengetahuan dan keterampilan dari beberapa aparatur terkait strategi untuk memberikan peningkatan kualitas yang ada pada aparatur desa.