=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195128 =005 20260410084704 =035 ##$$a 0010-0426000273 =245 1#$$a PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MISKIN MELALUI PROGRAM BANTUAN PANGAN NON TUNAI (BPNT) DI KABUPATEN SUMBA BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR /$c Mikhael Juan Nudu =100 #$$a Mikhael Juan Nudu =300 ##$$a 9 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13887 =700 #$$a Mulyana =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 305.565 986 811 =084 ##$$a 305.565 986 811 MIK p =650 #4$$a Miskin =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP) : Kemiskinan dan akses terbatas terhadap pangan yang memadai menjadi tantangan serius di Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sebagai upaya untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah Indonesia telah meluncurkan Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebagai langkah untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat miskin dan memperluas akses mereka terhadap pangan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak BPNT pada akses pangan dan kesejahteraan masyarakat miskin, evaluasi efektivitas implementasi BPNT dalam memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga miskin, peran BPNT dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin, faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan Program BPNT, serta merumuskan rekomendasi kebijakan untuk perbaikan dan peningkatan Program BPNT di Kabupaten Sumba Barat. Metode: Dalam memecahkan masalah ini penulis menggunakan teori Pemberdayaan Masyarakat menurut Najiyati (2014:54) yang meliputi Prinsip Kesetaraan, Prinsip Partisipasi, Prinsip Kemandirian, dan Prinsip Berkelanjutan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil/Temuan: Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa, pemberdayaan masyarakat miskin melalui program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dalam pelaksanaannya berhasil memenuhi empat prinsip dasar pemberdayaan masyarakat. Faktor penghambat pemberdayaan masyarakat miskin melalui program BPNT adalah Keterbatasan Akses Informasi dan Kendala Budaya Adat Lokal. Kesimpulan: Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat terkususnya Dinas Sosial Kabupaten Sumba Barat perlu melakukan peningkatan komunikasi dan sosialisasi program BPNT, memanfaatkan teknologi informasi, menggandeng komunitas lokal, peningkatan infrastruktur, memberikan pendidikan dan pemahaman, alternatif pembiayaan, pendekatan partisipatif dan pembinaan budaya dalam mengatasi factor penghambat pemberdayaan masyarakat miskin melalui Program BPNT.