=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195157 =005 20260411124200 =035 ##$$a 0010-0426000302 =245 1#$$a PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI TEMPAT PENGELOLAAN SAMPAH REDUCE, REUSE, RECYCLE (TPS3R) DINAS LINGKUNGAN HIDUP KOTA TANGERANG SELATAN PROVINSI BANTEN /$c Ismail Mahendra =100 #$$a Ismail Mahendra =300 ##$$a 18 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14476 =700 #$$a Akhmad Marzuki =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 363.728 598 232 3 =084 ##$$a 363.728 598 232 3 ISM p =650 #4$$a Permasalahan sampah =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP) : Sampah merupakan permasalahan yang selalu ditemui di berbagai daerah di Indonesia. Sampah dapat menjadi permasalahan yang serius dan memiliki dampak panjang apabila tidak dikelola dengan benar,dampak negatif yang terjadi yaitu penumpukan sampah akibat pembuangan sampah sembarangan sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan. Pemerintah melakukan upaya dengan membuat program TPS3R agar dapat membantu mengurangi sampah yang ada di daerah serta bisa menjadi cara untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui program pengelolaan sampah. Dinas Lingkungan Hidup yang bertanggung jawab akan program tersebut dan masyarakat memiliki peran penting dalam terlaksananya program pemerintah. Tujuan : Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat dengan cara pemanfaatan sampah daur ulang melalui pengelolaan sampah rumah tangga didalam Program TPS3R. Metode : Metode yang penulis gunakan ialah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Dalam pengumpulan data penelitian Penulis melakukan beberapa teknik diantaranya ialah teknik wawancara, observasi, dokumentasi. Hasil/Temuan : Hasil penelitian penulis menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui program TPS3R sudah berjalan baik, dan sangat membantu pemerintah baik dalam mengatasi permasalahan sampah dan juga dalam meningkatkan kemampuan masyarakat secara ekonomi dari pengelolaan sampah yang ada di Kota Tangerang Selatan. Kesimpulan :Berdasarkan dimensi bina manusia, bina usaha, bina lembaga sudah menunjukan hasil yang baik dengan meningkatkan produktifitas hasil pengelolaan sampah yang akan berdampak kepada aspek ekonomi dan juga berdampak baik kepada aspek bina lingkungan di Kota Tangerang Selatan tentunya. Konsistensi dukungan yang diberikan oleh Dinas Lingkungan Hidup harus terus dijaga dan dibarengi oleh peningkatkan kualitas dan kompetensi SDM yang dimiliki, sehingga program ini bisa terus menjadi solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh berbagai daerah di Indonesia dan di Kota Tangerang Selatan khususnya.