=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195187 =005 20260413090917 =035 ##$$a 0010-0426000332 =245 1#$$a EFEKTIVITAS KINERJA ASN BAPPEDA DALAM PENANGANAN ISU-ISU STRATEGIS PADA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BANGGAI LAUT /$c Aditya Rahman Syarif =100 #$$a Aditya Rahman Syarif =300 ##$$a 13 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15071 =700 #$$a Neni Alyani =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 352.150 959 844 53 =084 ##$$a 352.150 959 844 53 ADI e =650 #4$$a Pemerintah Daerah =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang: Penelitian ini berfokus pada efektivitas kinerja ASN BAPPEDA Kabupaten Banggai Laut dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan efektivitas kinerja ASN BAPPEDA serta mendeskripsikan faktor penghambat dan juga upaya penanganan yang dilaksanakan. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif, untuk teknik pengumpulan yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil/Temuan: Berdasarkan penelitian yang dilaksanakan penulis, ASN BAPPEDA dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya, sudah berjalan dengan efektif jika dilihat dari angka persentase. dimana persentase capaian kinerja berdasarkan sasaran strategis yang menjadi indikator kerja utama (IKU) berada pada angka 82,69 % untuk poin peningkatan kinerja aparatur dari target yang ditetapkan sebesar 77,5-80 % sehingga tercapai dengan angka baik Namun, masih adanya indikator yang menghambat efektivitas kinerja sehingga dinilai masih belum optimal Kesimpulan: Faktor penghambat yang ada yaitu kendala yang muncul yang diakibatkan oleh faktor motivasi kerja pegawai yang masih kurang maksimal dimana hal ini mempengaruhi proses kinerja pegawai sehingga hasil yang dicapai masih belum maksimal. Dimana indikator motivasi kerja ini dipengaruhi oleh indikator-indikator pengukuran lainnya seperti kualitas sarana dan prasarana pendukung serta remunerasi yang berkaitan dengan faktor kesejahteraan pegawai. Dengan terjaganya motivasi dan komitmen kerja yang baik, maka kualitas kinerja yang dihasilkan dapat memberikan hasil yang optimal.