=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195198 =005 20260413093403 =035 ##$$a 0010-0426000343 =245 1#$$a EFEKTIVITAS PROGRAM TRIBINA DI KAMPUNG KELUARGA BERKUALITAS (KB) KECAMATAN KOTA BARU KOTA JAMBI PROVINSI JAMBI /$c Dava Andwiko Arhan =100 #$$a Dava Andwiko Arhan =300 ##$$a 10 : $b ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13597 =700 #$$a Djouhari Kansil =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 363.960 959 815 41 =084 ##$$a 363.960 959 815 41 DAV e =650 #4$$a Program KB =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Tribina merupakan program pemberdayaan masyarakat untuk pembangunan ketahanan keluarga dengan mengutamakan peran kepedulian anggota keluarga untuk mencapai kesejahteraan dan kegiatan yang dapat merangkul masyarakat mulai dari balita hingga lansia dengan adanya kegiatan Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja dan Bina Keluarga Lansia. Tujuan: untuk mengetahui seberapa efektif program tribina dalam menciptakan keluarga sejahtera dan berkualitas di Kecamatan Kota Baru. Metode: Metode Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif serta menggunakan data primer dan sekunder yang diperoleh melalui teknik pengambilan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan triangulasi melalui pengumpulan data, reduksi data dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan yaitu teori efektivitas menurut Budiani. Hasil/Temuan: Hasil dalam penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan sosialisasi program tribina belum terlaksana dengan baik karena terbatasnya tenaga penyuluh, sarana prasarana yang kurang memadai dan perubahan jadwal program tribina yang kurang diketahui oleh masyarakat sehingga masyarakat kurang antusias terhadap program tribina di kampung KB serta tidak memenuhi target yang dicapai. Kesimpulan: Pelaksanaan program tribina di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kecamatan Kota Baru cukup efektif. Berdasarkan empat dimensi yang telah dipaparkan dapat disimpulkan bahwa dimensi ketepatan sasaran program sudah terlaksana dengan baik karena jumlah partisipasi masyarakat meningkat setiap tahunnya. Dimensi sosialisasi program belum terlaksana dengan baik karena kesadaran masyarakat masih rendah dan terbatasnya tenaga penyuluh. Dimensi tujuan program sudah berjalan secara optimal karena masyarakat merasakan manfaatnya sendiri yaitu menurunnya kasus bayi stunting, kasus pernikahan dini serta kasus penelantaran lansia. Dimensi pemantauan program belum memenuhi target yang dicapai karena masyarakat yang tidak peduli dan belum paham program tersebut. Hal ini jika dibiarkan akan menjadi faktor penghambat keberhasilan program tribina di Kampung KB Kecamatan Kota Baru.