=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195210 =005 20260413095224 =035 ##$$a 0010-0426000355 =245 1#$$a IMPLEMENTASI PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) BIDANG PENDIDIKAN PT. FREEPORT INDONESIA DI KABUPATEN MIMIKA PROVINSI PAPUA /$c Sanadi, Petrus Almendo Christian =100 #$$a Sanadi, Petrus Almendo Christian =300 ##$$a 13 : $b ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15082 =700 #$$a Pratiwi Nurhascaryani =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 370.159 881 11 =084 ##$$a 370.159 881 11 SAN i =650 #4$$a Pendidikan =520 ##$$a Permasalahan/ Latar Belakang (GAP): Penelitian ini mengkaji mengenai implementasi program corporate social responsibility (CSR) bidang Pendidikan di Kabupaten Mimika Provinsi Papua, dengan latar belakang kualitas pendidikan yang kurang serta meninjau keberlangsungan program yang menjadi tanggung jawab pemerintah. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Implementasi Program Corporate Social Responsibility (CSR) bidang pendidikan di Kabupaten Mimka serta dilihat dari faktor pendukung dan penghambat dalam mengatasi hambatan implementasi. Metode: Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Adapun teknik mengumpulkan data yang digunakan oleh penulis yakni wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik Analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Fokus dalam penelitian menggunakan teori Edward III beserta dimensi yakni Komunikasi, Sumber Daya, Disposisi dan Struktur Birokrasi. Mengacu pada pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pelaksanaan program (CSR) bidang Pendidikan di Kabupaten Mimika Provinsi Papua yakni Dinas Pendidikan dan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK). Hasil: Hasil Penelitian ini penulis menemukan bahwa implementasi program (CSR) pada bidang pendidikan di Kabupaten Mimika masih belum secara maksimal dikarenakan beberapa hambatan. Dimensi Komunikasi dan Sumber daya, Disposisi dan Struktur Birokrasi telah berjalan efisien namun dari indikator kejelasan, Insentif serta Fasilitas karena sikap pelaksana yang dalam mengambil keputusan dan akses akomodasi serta biaya operasional yang kurang dan belum cukup berbeda saat di lapangan. Akan tetapi, pihak pelaksana telah melakukan kontribusi yang besar terhadap penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Mimika. Beberapa tahapan mungkin telah di laksanakan sesuai dengan Teori Edward III yang mana di dalam nya terdapat Komunikasi, Sumber Daya, Disposisi dan Struktur Birokrasi. Kesimpulan: Saran penulis adalah Pertama, pemerintah Kabupaten Mimika dan Ypmak harus lebih memperhatikan secara khusus tingkat pendidikan di Mimika dikarenakan hal tersebut yang dapat menunjang SDM. Kedua, terkait dengan Komunikasi diharapkan koordinasi antara pelaksana dapat berjalan sesuai dengan tingkatan hierarki yang ada, dan yang Ketiga yakni penganggaran oleh Dinas Pendidikan dan Ypmak harus lebih bekerjasama dalam menuntaskan masalah yang ada sehingga permasalahan yang ada dapat terselesaikan dengan semestinya.