=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195220 =005 20260413100423 =035 ##$$a 0010-0426000365 =245 1#$$a PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI KELAPA SAWIT MARGA MAKMUR DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN DI DESA MARGA BARU KECAMATAN MUARA LAKITAN KABUPATEN MUSI RAWAS PROVINSI SUMATERA SELATAN /$c Andryh Saputra =100 #$$a Andryh Saputra =300 ##$$a 17 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14708 =700 #$$a Akhmad Marzuki =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 307.159 816 131 =084 ##$$a 307.159 816 131 AND p =650 #4$$a Pemberdayaan Masyarakat =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pemberdayaan masyarkat melalui program sosial seperti kelompok tani cenderung efektif menyamaratakan kesejahteraan terhadap warga. Apalagi mayoritas warga Marga Baru menggantungkan hidupnya melalui hasil panen kelapa sawit. Maka dari itu stabilitas harga jual kelapa sawit perlu dijaga, karena fluktuasi harga kelapa sawit dapat berimbas pada profesi warga Marga Baru. Dengan demikian penulis menyimpulkan bahwa perlu adanya pemberdayaan Kelompok Tani Kelapa Sawit Marga Makmur dalam meningkatkan kesejahteraan di Desa Marga Baru Kecamatan Muara Lakitan Kabupaten Musi Rawas. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pemberdayaan masyarakat pada kelompok tani kelapa sawit marga makur dalam meningkatkan kesejahteraan di desa marga baru 3 kecamatan muara lakitan kabupaten musi rawas provinsi sumatera selatan dan untuk mengetahui dampak dari pelaksanaan pemberdayaaan masyarakat pada kelompok tani dalam meningkatkan kesejahteraan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan induktif yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Adapun dalam pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas dan kuantitas masyarakat dilihat dari meningkatnya hasil produksi pertanian yang ada di desa marga baru diikuti oleh meningkatnya kesejahteraan petani. Hal ini ditunjukkan oleh adanya program yang dilakukan kelompok tani bekerjasama dengan pemerintah desa dan dibantu oleh masyarakat setempat. Perancangan program meliputi tahapan tahapan penyelidikan, perumusan masalah kerja, penentuan tujuan dan target serta perumusan rencana kerja. Pelaksanaan program menunjukkan bahwa program yang dilakukan pemerintah, kelompok tani dan masyarakat berjalan dengan baik dilihat dari meningkatnya kesejahteraan kelompok tani dan masyarakat desa marga baru. Keterlibatan menunjukkan bahwa pihak pemerintah, masyarakat dan kelompok tani melaksanakan program-program pemberdayaan yang menunjang masyarakat dan kelompok tani melalui pembinaan, penyuluhan dan pengawasan. Kesimpulan: Dampak dari pelaksanaan pemberdayaan masyarakat pada kelompok tani ditemukan dampak positif yakni: menjadikan masyarakat dan kelompok tani lebih mandiri dalam mengelola hasil pertanian kelapa sawit, adanya perubahan sruktural perekonomian dalam meningkatkan kesejahteraan, terjalinnya suatu mitra yang baik antara pemerintah, masyarakat, kelompok tani dan petani, dapat meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dan dapat meningkatkan keahlian masyarakat dalam bidang pertanian. Serta dampak negatif yakni munculnya kecemburuan sosial antara petani dan kelompok tani dalam program pemberdayaan masyarakat.