=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195222 =005 20260413100630 =035 ##$$a 0010-0426000367 =245 1#$$a REKONSILIASI KONFLIK DALAM PEMBANGUNAN WADUK LAMBO DI KABUPATEN NAGEKEO PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR /$c Yohanes B. Jata =100 #$$a Yohanes B. Jata =300 ##$$a 9 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/16116 =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 627.859 868 32 =084 ##$$a 627.859 868 32 YOH r =600 #4$$a Waduk =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Latar belakang skripsi ini adalah dalam proses pembangunan Waduk Lambo yang bertempat di Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur mengalami hambatan karena adanya penolakan dari masyarakat setempat. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses rekonsiliasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah kabupaten Nagekeo dalam menyelesaikan konflik yang terjadi dalam proses pembangunan waduk Lambo. Metode: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan metode triangulasi yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Dalam proses penyelesaian konflik yang terjadi dalam pembangunan waduk Lambo dapat teratasi bisa dilihat dari pembangunan yang sudah berjalan, serta bebagai permasalahan yang sebelumnya terjadi sudah dapat teratasi. Kesimpulan: Proses rekonsiliasi dalam proses pembangunan waduk Lambo dimana pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama berusaha menemukan jalan keluar dari setiap masalah yang ditemukan, namun ada faktor penghambat yang harus dihadapi, Pemerintah Kabupaten Nagekeo dalam menangani faktor penghambat sudah melakukan berbagai cara mulai dari melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan mengabulkan apa yang menjadi tuntutan dari masyarakat.