=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195234 =005 20260413102603 =035 ##$$a 0010-0426000379 =245 1#$$a PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PANTAI MEMBUKU OLEH DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN DI KECAMATAN KULISUSU KABUPATEN BUTON UTARA PROVINSI SULAWESI TENGGARA /$c MUHAMMAD ARDHYAQSA AMNAN =100 #$$a MUHAMMAD ARDHYAQSA AMNAN =300 ##$$a 7 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13306 =700 #$$a Eko Budi Santoso =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 352.175 984 8 =084 ##$$a 352.175 984 8 MUH p =650 #4$$a perizinan usaha dan pertanahan352.175 984 8 =520 ##$$a Pengembangan merupakan bagian dari lingkup pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Pengembangan pariwisata merupakan suatu usaha dalam memajukan objek wisata agar lebih menarik dan lebih diminati yang dapat dilihat dari apa yang ada didalamnya untuk menarik para pengunjung. Berdasarkan penelitian yang tengah dilakukan tentang pengembangan objek wisata yang berada di lingkup Kabupaten Buton Utara. Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada permasalahan fasilitas sarana dan prasarana harus lebih dikembangkan lagi karena belum optimal. Tujuan: Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis Pengembangan Objek Wisata Pantai Membuku serta apa saja hambatannya. Oleh karena itu penulis angkat dengan judul “PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PANTAI MEMBUKU OLEH DINAS PERIWISATA DI KECAMATAN KULISUSU KABUPATEN BUTON UTARA PROVINSI SULAWESI TENGGARA”. Metode: Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan terhadap apa yang didapatkan dilapangan. Teori pengembangan pariwisata yang digunakan yaitu James J Spillane (1994) yang memiliki beberapa dimensi, yaitu: Attractions (daya tarik), Facilities (fasilitas-fasilitas yang diperlukan), infrastructure (infrastruktur), Transportations (transportasi), Hospitality (keramahtamahan). Hasil analisis Pengembangan Objek Wisata Pantai Membuku oleh Dinas Pariwisata telah melakukan pengembangan bersama pihak masyarakat seperti pengembangan sarana dan prasarana namun belum optimal. Kesimpulan: Pengembangan objek wisata Pantai Membuku juga dipengaruhi oleh beberapa hambatan seperti fasilitas masih kurang, keterbatasan dana, dan pengaruh dari pasca pandemi. Adapun saran dari penulis adalah melakukan peningkatan fasilitas sarana dan prasarana, memperhatikan lagi keadaan jalan dan pelayanan transportasi.