=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195255 =005 20260413124032 =035 ##$$a 0010-0426000400 =245 1#$$a PENERAPAN APLIKASI SI-TAKIR DALAM MENINGKATKAN PENGELOLAAN TATA PARKIR DINAS PERHUBUNGAN KOTA PALANGKARAYA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH /$c Simanjuntak, Alfredo Sotarlego =100 #$$a Simanjuntak, Alfredo Sotarlego =300 ##$$a 12 : $b ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/16300 =700 #$$a Ikhbaluddin =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 388.474 598 344 1 =084 ##$$a 388.474 598 344 1 SIM p =650 #4$$a Parkir =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Good governance adalah cita-cita semua negara dalam menerapkan pemerintahan yang baik terhadap kepentingan rakyat, bangsa dan negara sehingga pemerintah harus melaksanakan upaya sistematis untuk mewujudkan hal itu. Aplikasi SI-TAKIR sebagai produk baru dari Dinas Perhubungan merupakan salah satu penerapan egovernment sebagai media informasi dan pengaduan seputar permasalahan parkir bagi masyarakat. Aplikasi yang baik merupakan teknologi yang berguna bagi banyak orang, namun realitanya masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang aplikasi, sebab itu aplikasi dinilai kurang begitu baik dalam penerapannya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan aplikasi SI-TAKIR dalam membantu meningkatkan pengelolaan tata parkir pada Dinas Perhubungan Kota Palangkaraya. Metode: Penerapan E-Government digunakan sebagai pengukuran kinerja bagaimana penerapan aplikasi kepada masyarakat dengan metode deskriptif kualitatif dalam penelitian yang menggunakan pendekatan induktif. Teori penerapan e-government yang digunakan ialah menurut Indrajit yang terdiri dari Support, Cappacity dan Value. Hasil/Temuan: Hasil yang diperoleh dari pelaksanaan penelitian ini yakni Dinas Perhubungan Kota Palangkaraya dalam penerapan aplikasi terdapat indikator yang masih kurang yakni pada sosialisasi, sumber daya manusia dan infrastruktur, sedangkan kebijakan dan manfaat aplikasi SI-TAKIR sudah menunjukkan hasil yang memuaskan. Kesimpulan: Faktor penghambat yang dihadapi Dinas Perhubungan adalah kakunya aplikasi SI-TAKIR, kurangnya sosialiasi terhadap masyarakat, dan belum kompetennya Dinas Perhubungan dalam mengoperasikan aplikasi. Upaya Dinas Perhubungan dalam mengatasi kendala yaitu menambah fitur aplikasi, memperbarui tampilan aplikasi agar menarik dan mudah dipahami serta mengutamakan integritas aplikasi dengan Dishub agar laporan dapat langsung ditangani.