=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195268 =005 20260413020803 =035 ##$$a 0010-0426000413 =245 1#$$a KUALITAS PELAYANAN PERIZINAN DAN NON PERIZINAN PADA SISTEM PERIZINAN ELEKTRONIK TARAKAN (SIMPELKAN) DI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KOTA TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA /$c Wafiuddin =100 #$$a Wafiuddin =300 ##$$a 14 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15939 =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 351.598 391 1 =084 ##$$a 351.598 391 1 WAF k =650 #4$$a Administrasi Publik =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Untuk mempermudah masyarakat dalam mengurus terkait perizinan maupun non perizinan. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tarakan menciptakan suatu aplikasi berbasis web. Aplikasi ini bernama SIMPELKAN atau Sistem Perizinan Elektronik Tarakan. SIMPELKAN atau Sistem Perizinan Elektronik Tarakan merupakan aplikasi berbasis web. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kualitas pelayanan yang diberikan dan apa keuntungan dari aplikasi Sistem Perizinan Elektronik Tarakan tersebut. Metode: Metode pada Penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teori Analisis yang digunakan adalah teori model keberhasilan oleh DeLone dan McLean (2003). Informan pada Penelitian kali ini berjumlah 10 orang diantaranya. Hasil/Temuan: Hasil Penelitian menunjukkan hasil sebagai berikut : 1. Kualitas Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan yang diberikan melalui aplikasi Sistem Perizinan Elektronik Tarakan (SIMPELKAN) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tarakan berrdasarkan 6 Dimensi dari Teori model keberhasilan DeLone dan McLean yaitu Information Quality, Service Quality, System Quality, Use, User Satisfication, dan Net Benefits sudah baik. 2. Keuntungan dari pelayanan yang diberikan menggunakan aplikasi tersebut sudah baik karena sudah dapat mengefisienkan waktu yang ada dan mampu mengurangi anggaran biaya baik dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tarakan maupun pengguna yang menggunakan aplikasi tersebut. Kesimpulan: Kualitas Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan yang diberikan melalui aplikasi Sistem Perizinan Elektronik Tarakan (SIMPELKAN) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tarakan berrdasarkan 6 Dimensi dari Teori model keberhasilan DeLone dan McLean yaitu Information Quality, Service Quality, System Quality, Use, User Satisfication, dan Net Benefits sudah baik. Namun, ada beberapa hambatan yang dapat mengganggu pelayanan yang diberikan aplikasi tersebut, seperti error pada server dan proses yang berlangsung terkadang membutuhkan waktu yang lama, dan juga dari pengguna itu sendiri yaitu kurangnya kelengkapan data ketika ingin membuat perizinan maupun non perizinan.