=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195277 =005 20260413023826 =035 ##$$a 0010-0426000422 =245 1#$$a PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PARIWISATA DALAM MEDIA WEBSITE DI DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN TELUK WONDAMA PROVINSI PAPUA BARAT /$c Joshua Whillyam Jansen Manggo =100 #$$a Joshua Whillyam Jansen Manggo =300 ##$$a 9 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/16387 =700 #$$a Karno =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 005.365 988 332 =084 ##$$a 005.365 988 332 JOS p =650 #4$$a Sistem informasi =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Evolusi dunia media sosial saat ini telah meningkatkan minat masyarakat terhadap destinasi yang mereka kunjungi. Industri pariwisata adalah kumpulan usaha pariwisata yang saling berhubungan untuk menghasilkan barang atau jasa yang memenuhi kebutuhan wisatawan dalam melakukan pariwisata. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan dan menganalisis pengembangan sistem informasi pariwisata dalam media website di Dinak Kominfo Kabupaten Teluk Wondama Provinsi Papua Barat dan menganalisis faktor penghambat pengembangan sistem informasi pariwisata dalam media website di Dinak Kominfo Kabupaten Teluk Wondama Provinsi Papua Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Informan ditentukan dengan Teknik snowball sampling. Pegumpulan data dilakukkan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: pengembangan sistem informasi pariwisata dalam media website di Kabupaten Teluk Wondama memerlukan upaya yang komprehensif. Beberapa upaya yang perlu dilakukan antara lain meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperbaiki infrastruktur, membangun kemitraan dengan pihak terkait, mengembangkan konten yang berkualitas, memperbarui teknologi yang digunakan, serta melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkala. Kesimpulan: pengembangan sistem informasi pariwisata tidak hanya melibatkan aspek teknologi saja, tetapi juga melibatkan aspek sosial dan budaya. Oleh karena itu, perlu ada sinergi antara teknologi dan kearifan lokal agar pengembangan sistem informasi pariwisata dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat lokal dan pengunjung.