=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195281 =005 20260413043010 =035 ##$$a 0010-0426000426 =245 1#$$a ANALISIS KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH DI KABUPATEN GORONTALO PROVINSI GORONTALO /$c Ahmad Taufik Podungge =100 #$$a Ahmad Taufik Podungge =300 ##$$a 10 : $b ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14123 =700 #$$a Sinurat, Marja =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 336.013 598 432 1 =084 ##$$a 336.013 598 432 1 AHM a =650 #4$$a Keuangan Daerah =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Prestasi yang dicapai oleh sebuah organisasi dalam periode tertentu dapat dinilai dari kinerja. Kinerja merupakan hasil kerja yang telah dicapai dalam rangka mencapai tujuan, sasaran dan visi misi organisasi. Mengetahui capaian kinerja yang telah dilakukan organisasi dapat dijadikan sebagai alat untuk mengevaluasi organisasi dan memberikan umpan balik sehingga terjadi upaya perbaikan yang berkelanjutan untuk mencapai tujuan di masa mendatang. Dana Perimbangan Kabupaten Gorontalo masih mendominasi penerimaan daerah dibanding pendapatan asli daerah. Data tersebut mengindikasikan masih tingginya ketergantungan Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo terhadap pemerintah pusat. sehingga perlunya Analisis Kinerja Keuangan Daerah untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai kinerja keuangan Kabupaten Gorontalo. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memperoleh gambaran yang jelas mengenai kinerja keuangan Kabupaten Gorontalo Tahun 2017-2021 Metode: Penelitian ini menggunakan teori Mahmudi untuk mengukur tingkat kinerja keuangan daerah dengan menggunakan lima rasio, yaitu kemandirian keuangan, pertumbuhan, efektivitas, efisiensi dan derajat desentraliasi. Pendekatan Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Kualitatif dengan Metode Deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui Wawancara dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitan menunjukkan bahwa kinerja keuangan Kabupaten Gorontalo tergolong rendah berdasarkan hasil Rasio Kemandirian Keuangan yang sangat rendah, Rasio Pertumbuhan yang rendah, Rasio efektivitas yang cukup efektif, Rasio Efisiensi yang kurang dan Derajat Desentralisasi kurang. Kesimpulan: Kinerja Keuangan Kabupaten Gorontalo yaitu tergolong rendah. faktor penghambatnya adalah pemungutan pajak dan retribusi daerah belum optimal, potensi daerah belum dimanfaatkan secara optimal serta ketergantungan Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo terhadap dana transfer. Adapun faktor pendukungnya adanya terkait pelaksanaan pemungutan pendapatan asli daerah.