=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195289 =005 20260413063348 =035 ##$$a 0010-0426000434 =245 1#$$a EFEKTIVITAS PROGRAM PENINGKATAN KUALITAS TENAGA KERJA DI DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN OGAN ILIR PROVINSI SUMATERA SELATANA /$c Muhammad Bayu Anugrah =100 #$$a Muhammad Bayu Anugrah =300 ##$$a 10 : $b ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15189 =700 #$$a Mesy Faridah Hendiyani =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 331.114 598 161 61 =084 ##$$a 331.114 598 161 61 MUH e =650 #4$$a Tenaga Kerja =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP):Penulis berfokus pada banyaknya kualitas tenaga kerja yang rendah dan juga kurangnya pemahaman peraturan ketenagakerjaan dan syarat kerja sehingga Disnakertrans Kabupaten Ogan Ilir membentuk program peningkatan kualitas tenaga kerja.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana program peningkatan kualitas tenaga 2 kerja di Kabupaten Ogan Ilir. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data observasi lingkungan kerja, wawancara mendalam (7 informan), dan dokumentasi meliputi data-data mengenai efektivitas program peningkatan kualitas tenaga kerja di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Ogan Ilir. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Efektivitas program peningkatan kualitas tenaga kerja di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan sudah efektif tapi masih perlu ditingkatkan lagi. Faktor-faktor penghambat yang mempengaruhi efektivitas program peningkatan kualitas tenaga kerja seperti: kurangnya anggaran, sarana dan prasarana belum memadai. Kesimpulan: Pelaksanaan program peningkatan kualitas tenaga kerja di Disnakertrans Kab Ogan Ilir sudah dinilai berjalan secara efektif. Adapun pada dimensi tujuan program, pelaksanaan Sub-Indikator pelayanannya dianggap kurang maksimal hal ini dikarenakan sarana dan prasarana belum memadai dan tenaga pelatih yang masih lulusan SMA/SMK hal ini menunjukkan kualitas tenaga pendidik program yang masih kurang baik, Aspek lain terlihat pada Sub Indikator pemantauan program, belum adanya pelaksanaan monitoring prioritas masyarakat yang telah mengikuti program peningkatan kualitas tenaga kerja hal ini menunjukkan tidak adanya prioritas terhadap peserta program agar diprioritaskan mendapatkan pekerjaan dari Disnaketrans.