=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195292 =005 20260413070018 =035 ##$$a 0010-0426000437 =245 1#$$a PEMBERDAYAAN PETANI LEBAH MADU DI KAWASAN TAMAN NASIONAL DANAU SENTARUM KABUPATEN KAPUAS HULU PROVINSI KALIMANTAN BARAT /$c Betaria Sonia Dika =100 #$$a Betaria Sonia Dika =300 ##$$a 11 : $b ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14632 =700 #$$a Ridwan =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 630.925 983 262 =084 ##$$a 630.925 983 262 BET p =650 #4$$a Petani =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang(GAP): Taman Nasional Danau Sentarum merupakan salah satu Kawasan konservasi yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu. Selain menjadi nelayan sungai, sebagian besar masyarakat yang tinggal di Kawasan tersebut bermata pencaharian sebagai petani lebah madu. Berdasarkan data yang diperoleh dari Asosiasi Periau Danau Sentarum(APDS) terjadi penurunan jumlah pemasaran produk madu yang disebabkan karena rendahnya kapasitas petani lebah madu dalam mengembangkan budidaya lebah madu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana pemberdayaan petani lebah madu di Kawasan Taman Nasional Danau Sentarum Kabupaten Kapuas Hulu. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif denga pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui wawancara, dokumentasi, observasi. Teknik analisa data mengguanakan analisa kualitatif dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil/Temuan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan petani lebah madu di Kawasan Taman Nasional Danau Sentarum belum dilaksanakan secara optimal berdasarkan indikator-indikator pemberdayaan. Kesimpulan: Dari hasil penelitian ini, di Kawasan Taman Nasional Danau Sentarum sudah dilaksanakan pemberdayaan bagi para petani lebah madu. Pemberdayaan belum dapat dilaksanakan secara optimal. Hal ini dilihat dari beberapa faktor penghambat yang dihadapi yaitu rendahnya kapasitas petani lebah madu dalam memanfaatkan teknologi yang ada dan minimnya sumber daya modal serta jejaring pemasaran yang minim. Adapun upaya yang perlu dilakukan dalam mengatasi faktor-faktor penghambat di atas, dengan memberikan sosialisasi ataupun pelatihan kepada petani lebah madu dalam memanfaatkan teknologi yang ada untuk mengembangkan budidaya lebah madu, fasilitasi penambahan modal dari pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu serta pengembangan jejaring pemasaran. Saran yang peneliti berikan yaitu diperlukannya peran pemerintah melalui program-program guna membantu petani lebah madu meningkatkan kapasitas petani lebah madu, fasilitasi penambahan modal dari pemerintah serta membangun kerjasama dengan mitra kerja yang tetap dan pasti.