=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195305 =005 20260414121351 =035 ##$$a 0010-0426000450 =245 1#$$a Efektivitas Penatausahaan Keuangan Desa di Desa Masaloka Selatan Kecamatan Kepulauan Masaloka Raya Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara /$c Restin Huwayda =100 #$$a Restin Huwayda =300 ##$$a 18 : $b ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14142 =700 #$$a Ika Agustina =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 336.014 598 48 =084 ##$$a 336.014 598 48 RES e =650 #4$$a Keuangan pemerintah daerah =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Dalam penelitian ini yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah adanya ketergantungan dalam pengoperasian pengelolaan keuangan berbasis sistem informasi karena keterbatasan perangkat pemerintah desa kepada pihak yang lebih mengerti IT (Information and Tecnology); kelemahan perangkat desa yang kurang memahami tugas pokok dan fungsi dalam menjalankan tugas pemerintahan desa khususnya kepala seksi; serta adanya tuntutan pengelolaan keuangan desa secara transparan dan akuntabel dengan menggunakan Siskeudes membebani perangkat desa karena harus menggunakan Siskeudes dengan kondisi provider jaringan yang terbatas. Tujuan: tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penatausahaan keuangan desa di Desa Masaloka Selatan, kendala yang dihadapi oleh perangkat Desa Masaloka Selatan dalam penatausahaan keuangan desa serta mengetahui upaya yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Metode: metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif sehingga penulis menggambarkan keadaan sebenarnya di lokasi penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis maka dapat disimpulkan bahwa penatausahaan keuangan desa di desa Masaloka Selatan telah dilakukan cukup efektif dimana dari 5 (lima) dimensi yang menentukan ukuran keefektifan dalam kegiatan penatausahaan keuangan desa terdapat satu dimensi dan indikator yang belum tercapai. Indikator tersebut berupa efisiensi pelaksanaan penatausahaan keuangan desa di Desa Masaloka Selatan.