=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195322 =005 20260414083842 =035 ##$$a 0010-0426000467 =245 1#$$a PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM PENINGKATAN PENDAPATAN PELAKU USAHA KACANG RENDANG DI NAGARI SUNDATA KECAMATAN LUBUK SIKAPING KABUPATEN PASAMAN PROVINSI SUMATERA BARAT /$c Ahmad Zaky =100 #$$a Ahmad Zaky =300 ##$$a 15 : $b ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14531 =700 #$$a Umar Nain =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 307.159 813 61 =084 ##$$a 307.159 813 61 AHM p =650 #4$$a Pemberdayaan Masyarakat =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian berfokus kepada pemberdayaan masyarakat melalui program peningkatan pendapatan pelaku usaha kacang rendang di Nagari Sundata Kecamatan Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman Provinsi Sumatera Barat Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pemberdayaan masyarakat melalui program peningkatan pendapatan pelaku usaha kacang rendang di Nagari Sundata, mengetahui hambatan dalam pemberdayaan masyarakat dan mengetahui upaya yang dilakukan oleh Dinas Koperasi UKM Perdagangan Dan Tenaga Kerja Kabupaten Pasaman dalam mengatasi hambatan yang terjadi. Metode: Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, paparan data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini mendasarkan analisisnya pada teori Pemberdayaan Masyarakat (Mardikanto dan Soebiato, 2018), yang mengidentifikasi empat dimensi pemberdayaan masyarakat, yaitu bina usaha, bina manusia, bina lingkungan, dan bina kelembagaan. Hasil/Temuan: Pemberdayaan masyarakat melalui Program Peningkatan Pendapatan Pelaku Usaha Kacang Rendang di Nagari Sundata, dalam pelaksanaannya belum berjalan dengan optimal. Kesimpulan: Pemberdayaan masyarakat melalui Program Peningkatan Pendapatan Pelaku Usaha Kacang Rendang di Nagari Sundata dalam pelaksanaannya belum berjalan dengan optimal. Masih terdapat beberapa kendala yang ditemukan berupa kurangnya pengetahuan dan kemampuan dari para pelaku usaha kacang rendang; kurangnya bantuan sarana dan prasarana; dan belum optimalnya promosi yang dilakukan. Oleh karena itu upaya untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan memberikan pembinaan dan pelatihan kepada pelaku usaha kacang rendang; membuka akses permodalan serta menyediakan sarana dan prasarana pendukung; dan meningkatkan partisipasi generasi muda dalam pengelolaan akun media sosial.