=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195333 =005 20260414090127 =035 ##$$a 0010-0426000478 =245 1#$$a PEMBERDAYAAN INDUSTRI KECIL MENENGAH PENGRAJIN GERABAH OLEH DINAS PERINDUSTRIAN DAN TENAGA KERJA DI DESA KAPAL KECAMATAN MENGWI KABUPATEN BADUNG PROVINSI BALI /$c Putu Bagus Ardy Setiawan =100 #$$a Putu Bagus Ardy Setiawan =300 ##$$a 9 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15438 =700 #$$a Akhmad Marzuki =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 738.359 862 31 =084 ##$$a 738.359 862 31 PUT p =650 #4$$a Pengrajin Gerabah =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pemberdayaan pelaku industri kecil menengah pengrajin gerabah ini merupakan upaya untuk mengembangkan kapasitas dan memberdayakan industri kecil menengah pengrajin gerabah dalam memanfaatkan hasil produk unggulan Desa Kapal, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Provinsi Bali yakni Kerajinan Gerabah. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pemberdayaan industri kecil menengah pengrajin gerabah oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja di Desa Kapal, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Metode: Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil/Temuan: Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Pemberdayaan Industri Kecil Menengah Pengrajin Gerabah Oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja di Desa Kapal Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung Provinsi Bali pada umumnya sudah berjalan dengan baik, namun masih terdapat kekurangan dari segi aspek bina manusia dalam hal kemampuan dan pengorganisasian para pengrajin gerabah serta dari segi aspek bina usaha terkait dengan produktifitas pengrajin dan kualitas mutu produk gerabah yang masih rendah. Dalam pelaksanaannya terdapat faktor yang mendukung tetapi belum maksimal karena adanya faktor penghambat antara lain, rendahnya kualitas sumber daya manusia, ketersediaan bahan baku serta regenerasi pengrajin gerabah. Kesimpulan: Dari penelitian yang dilakukan, penulis menyimpulkan masih ditemukan beberapa hambatan dalam pemberdayaan pengrajin gerabah yang harus diselesaikan oleh pihak Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung. Penulis memberi saran sebaiknya Pihak Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung untuk lebih aktif dalam pemberian edukasi kepada pengrajin gerabah, fasilitasi regenerasi pengrajin gerabah serta pemenuhan kebutuhan bahan baku melalui kerjasama dengan pihak terkait.