=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195345 =005 20260414092534 =035 ##$$a 0010-0426000490 =245 1#$$a Peran Desa Adat Tangguh Bencana dalam Mitigasi Bencana Di Kabupaten Karangasem /$c I Putu Bramasta Arya Darmayuda =100 #$$a I Putu Bramasta Arya Darmayuda =300 ##$$a 10 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15818 =700 #$$a Florianus Aser =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 363.345 986 242 =084 ##$$a 363.345 986 242 I P p =650 #4$$a Penanggulangan Bencana =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pembentukan desa tangguh bencana (Destana) diharapkan mampu memberdayakan masyarakat dalam upaya mitigasi bencana, namun dalam pelaksanaannya masih belum optimal dikarenakan masih banyaknya hambatan yang ditemui dalam pelaksanaan program desa Tangguh bencana tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendiskripsikan bagaimana bagaimana peran Desa Adat Tangguh bencana dalam mitigasi bencana di kabupaten Karangasem, menganalisis faktor-faktor penghambat dari desa Adat Tangguh bencana dalam Mitigasi Bencana di Kabupaten Karangasem, dan mendeskripsikan upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi faktor penghambat dari Mitigasi bencana dalam desa Adat Tangguh bencana yang ada di kabupaten Karangasem Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran desa adat tangguh bencana dalam mitigasi bencana ditinjau dari konsep peran berdasarkan dimensi fungsi pada indikator realisasi program desa adat Tangguh bencana belum berjalan dengan baik dikarenakan belum adanya legalitas yang mengatur mengenai desa adat tangguh bencana, sedangkan pada indikator inovasi program desa adat tangguh bencana, motivasi pelaksanaan program, manajemen sumber daya dan factor eksternal telah berjalan dengan baik. Kesimpulan: Upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi faktor penghambat dalam pelaksanaan program desa adat tangguh bencana yakni pelaksanaan perbaikan seta penambahan sarana dan prasarana yang dimiliki desa adat. Kemudian dilaksanakan upaya penggalangan dana secara swadaya oleh masyarakat untuk menghimpun dana operasional yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan program desa adat tangguh bencana.