=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195349 =005 20260414093259 =035 ##$$a 0010-0426000494 =245 1#$$a PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENANGANAN STUNTING DI KOTA TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA /$c Aditya Reza Prabowo =100 #$$a Aditya Reza Prabowo =300 ##$$a 8 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/16202 =700 #$$a Sayuti =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 363.859 839 11 =084 ##$$a 363.859 839 11 ADI p =650 #4$$a Stunting =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP) : Pemberdayaan masyarakat dalam penanganan stunting di Kota Tarakan adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Tarakan kepada penderita stunting di Kota Tarakan agar masyarakat dapat berdaya dan khususnya penderita stunting dapat berkurang dan tidak ada lagi penderita stunting di Kota Tarakan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemberdayaan masyarakat yang dilakukan pemerintah dalam penanganan stunting di Kota Tarakan, faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan pemberdayaan tersebut, serta untuk mengetahui upaya dalam mengatasi hambatan dalam penanganan stunting ini. Penyebab terjadinya stunting ini adalah kurangnya pengetahuan orang tua terutama ibu dalam memnuhi gizi anaknya, lingkungan yang kurang sehat, serta sistem sanitasi yang kurang baik.Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, jenis penelitian lapangan yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan adalah Teori Mardikanto yang mengacu pada 4 dimensi yakni bina manusia, bina usaha, bina lingkungan, dan bina kelembagaan. Hasil/temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dalam penanganan stunting di Kota Tarakan dilakukan melalui pemberian sosialisasi kepada masyarakat, pemberian makanan dan gizi tambahan bagi anak penderita stutning dan ibu hamil, perbaikan sistem sanitasi masyarakat, dan pembentukan kader dalam penanganan stunting ini. Kesimpulan: Kesimpulannya adalah masih banyaknya orang tua yang belum paham tentang apa itu stunting dan dampak yang ditimbulkan kedepannya bagi anak-anak mereka.