=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195350 =005 20260414093653 =035 ##$$a 0010-0426000495 =245 1#$$a EFEKTIVITAS MITIGASI BENCANA BANJIR DI KABUPATEN SINTANG PROVINSI KALIMANTAN BARAT /$c Wulan Yunda Hamidah =100 #$$a Wulan Yunda Hamidah =300 ##$$a 7 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14314 =700 #$$a Sutiyo =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 363.349 359 832 61 =084 ##$$a 363.349 359 832 61 WUL e =650 #4$$a Banjir =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada permasalahan tentang Potensi bencana banjir yang sangat tinggi di Kabupaten Sintang dapat dilihat dari terjadinya bencana banjir setiap tahunnya. Banjir di Kabupaten Sintang biasanya terjadi dikarenakan curah hujan yang tinggi. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana Efektivitas Mitigasi Bencana Banjir di Kabupaten Sintang Provinsi Kalimantan Barat serta mengetahui faktor penghambat dan upaya yang dilakukan. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dan dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Dari penelitian yang dilakukan oleh penulis, hasil yang diperoleh adalah efektivitas Mitigasi Bencana yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah 2 digolongkan belum efektif, karena dilihat dari tiga ukuran efektivitas dimana hanya satu indikator saja yang dapat dikatakan tercapai yaitu integrasi, sedangkan pencapaian tujuan dan adaptasi masih belum maksimal. Faktor penghambat di dua indikator tersebut adalah sarana prasarana dan pegawai yang kurang memadai dan berkualitas. Kesimpulan: Mitigasi bencana banjir masih belum bisa dikategorikan efektif, ini dibuktikan dengan indikator efektivitas yang didalamnya terdapat tiga indikator diantaranya pencapaian tujuan, integrasi dan adaptasi. Diantara ketiganya hanya satu indikator saja yang dikategorikan sudah efektif yaitu integrasi, dimana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sintang sudah mampu melakukan proses sosalisasi mengenai bencana. Kemudian di indikator pencapaian tujuan masih belum maksimal dan indikator adaptasi masih harus menyesuaikan dikarenakan sarana dan prasarana yang belum memadai dan pegawai yang berkualitas.