=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195364 =005 20260414095725 =035 ##$$a 0010-0426000509 =245 1#$$a ANALISIS KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH DALAM MENDUKUNG PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH DI KOTA SIBOLGA PROVINSI SUMATERA UTARA /$c Nurmaini Sari Lumbantobing =100 #$$a Nurmaini Sari Lumbantobing =300 ##$$a 12 : $b ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14422 =700 #$$a Restu Widyo Sasongko =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 352.485 981 245 =084 ##$$a 352.485 981 245 NUR a =650 #4$$a Administrasi Keuangan Pemerintah Daerah =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pelaksanaan Otonomi Daerah di Kota Sibolga masih belum dilakukan secara optimal sehingga perlu dilakukan Analisis Rasio Keuangan terhadap Pendapatan Asli Daerah untuk mengukur kemampuan keuangan daerah Kota Sibolga serta menganalisis faktor penghambat dan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan keuangan daerah. Tujuan: Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui analisis kemampuan keuangan daerah dalam mendukung pelaksanaan otonomi daerah di Kota Sibolga Provinsi Sumatera Utara. Metode: Penelitian ini menggunakan teori Mahmudi untuk mengukur tingkat kemandirian keuangan daerah dengan menggunakan empat dimensi, yaitu Rasio Derajat Desentralisasi, Rasio Ketergantungan Keuangan Daerah, Rasio Kemandirian Keuangan Daerah dan Rasio Efektivitas Pengelolaan Pendapatan Asli Daerah. Pendekatan Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Kualitatif dengan Metode Deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitan menunjukkan bahwa kemampuan keuangan daerah Kota Sibolga belum tergolong baik yang berdasarkan hasil perhitungan Rasio Derajat Desentralisasi yang kurang, Rasio Ketergantungan Keuangan Daerah yang sangat tinggi, Rasio Kemandirian Keuangan Daerah yang sangat rendah dan Rasio Efektivitas Pengelolaan Pendapatan Asli Daerah yang efektif. Kesimpulan: Pelaksanaan Otonomi Daerah di Kota Sibolga masih belum optimal dikarenakan terdapat hambatan yakni target dan realisasi Pendapatan Asli Daerah yang masih rendah, potensi daerah yang belum dimamfaatkan secara optimal, serta tingginya tingkat ketergantungan Kota Sibolga terhadap dana transfer. Upaya yang dilakukan oleh Kota Sibolga adalah pengoptimalan pemanfaatan potensi daerah, pengembangan inovasi dalam proses perpajakan dan retribusi daerah serta meningkatkan sarana dan prasarana.