=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195388 =005 20260414121405 =035 ##$$a 0010-0426000533 =245 1#$$a KINERJA DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PERLINDUNGAN ANAK PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA DALAM MENEKAN ANGKA STUNTING DI KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN PROVINSI SULAWESI TENGAH /$c Riskita Paulina =100 #$$a Riskita Paulina =300 ##$$a 9 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13017 =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 362.196 598 445 2 =084 ##$$a 362.196 598 445 2 RIS k =650 #4$$a Kesehatan Masyarakat =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Stunting menjadi masalah yang sangat serius karena berpengaruh pada segi kualitas dan kuantitas penduduk daerah. Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Banggai Kepulauan saat ini mengupayakan untuk menekan angka stunting. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kinerja dan apa saja upaya yang dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dalam proses menekan angka stunting serta faktor apa saja yang menjadi penghambat dalam proses pencegahan stunting ini. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data diantaranya ialah teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil/temuan: Hasil penelitian yang didapatkan bahwa kinerja Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Banggai Kepulauan harus diapresiasi karena banyak menjalankan kegiatan dan program-pragram yang mampu menekan angka stunting seperti sosialisasi 1.000 hari pertama kehidupan. Kesimpulan: Kinerja Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Banggai Kepulauan sejauh ini sudah berjalan dengan baik namun perlu ditingkatkan lagi. Hambatan yang temui dilapangan dalam menekan angka stunting ialah ketidakpercayaan masyarakat terhadap stunting. Untuk mengatasi hambatan yang ada yaitu meyakinkan masyarakat akan dampak stunting bagi anak, menjalin kerjasama dengan perusahaan yang ada di Kabupaten Banggai Kepulauan dalam proses pemenuhan gizi, serta membuat layanan khusus terkait permasalahan stunting.