=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195390 =005 20260414123750 =035 ##$$a 0010-0426000535 =245 1#$$a Implementasi Program Bantuan Langsung Tunai Usaha Mikro Kecil dan Menengah (BLT UMKM) di Kabupaten Karimun Provinsi Kepulaun Riau /$c Muhamad Nur Hakim =100 #$$a Muhamad Nur Hakim =300 ##$$a 16 : $b ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13431 =700 #$$a Muchlis Hamdi =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 361.559 814 3 =084 ##$$a 361.559 814 3 MUH i =650 #4$$a bantuan sosial =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pada tahun 2020, Indonesia mengalami pandemi Covid-19 yang mengakibatkan terbatasnya kegiatan perekonomian di Indonesia. Terbatasnya kegiatan perekenomian berdampak terhadap terjadinya resesi atau menurunnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting terhadap pertumbuhan ekonomi, yaitu 60,5% terhadap Pertumbuhan Domestik Bruto. Pemerintah telah menerbitkan kebijakan yaitu Bantuan Langsung Tunai Usaha Mikro Kecil dan Menengah (BLT UMKM) untuk dapat membantu pelaku usaha mikro menambah modal usahanya melalui uang tunai yang diberikan oleh pemerintah agar pelaku usaha dapat melanjutkan usahanya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis faktor pendukung dan penghambat serta upaya dalam mengoptimalkan implementasi program Bantuan Langsung Tunai Usaha Mikro Kecil dan Menengah (BLT UMKM) di Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau. Metode: Metode yang kualitatif deskriptif dan analisis terhadap teori implementasi Thomasd R. Dye. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dan studi dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukan menunjukkan bahwa implementasi program BLT UMKM di Kabupaten Karimun belum dilaksanakan secara optimal dengan adanya temuan pada kendala pelaksanaan program BLT UMKM yaitu belum tersedia tenaga pelaksana yang cukup di Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perdagangan dan ESDM Kabupaten Karimun, selanjutnya penyampaian informasi program BLT UMKM belum merata dan belum maksimalnya pemanfaatan teknologi dalam pelaksanaan BLT UMKM. Kesimpulan: Terdapat faktor pendukung yang juga menunjang pelaksanaan program BLT UMKM di lapangan yaitu terbangunnya kerjasama antar instansi dalam pelaksanaan BLT UMKM, selanjutnya memiliki tersedia anggaran yang memadai dalam program BLT UMKM, Terlaksananya Standard Operational Procedures (SOP) dalam program BLT UMKM. Adapun upaya untuk dapat mengoptimalkan implementasi program BLT UMKM di Kabupaten Karimun dilakukan yaitu meningkatkan kompetensi pegawai Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perdagangan dan ESDM, dan menyebarkan informasi kepada masyarakat tentang program BLT UMKM dengan memanfaatkan media yang ada, serta meningkatkan pelayanan pemerintah berbasis internet.