=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195399 =005 20260414014811 =035 ##$$a 0010-0426000544 =245 1#$$a KESIAPSIAGAAN BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DALAM PENANGGULANGAN BENCANA DI PROVINSI BALI /$c Cici Noer Alfiyani =100 #$$a Cici Noer Alfiyani =300 ##$$a 9 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13694 =700 #$$a Harahap, Agus Supriadi =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 363.345 986 2 =084 ##$$a 363.345 986 2 CIC k =650 #4$$a pengamanan dari bencana =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penelitian ini membahas tentang risiko bencana, terutama risiko bencana tsunami pada 5 kabupaten/kota pada pesisir selatan pulau Bali yang termasuk kelas risiko tinggi. Kelima daerah tersebut yaitu meliputi Kabupaten Jembrana (skor 18,10), Kabupaten Tabanan (skor 15,11), Kota Denpasar (skor 14,89), Kabupaten Klungkung (skor 13,53), dan Kabupaten Bandung (skor 12,10) (IRBI, 2021). Tujuan: Penelitian ini mengkaji pengetahuan Kesiapsiagaan Pemerintah Daerah Provinsi Bali Dalam menghadapi resiko bencana di Pulau Bali, dengan adanya faktor penghambat dalam melakukan kesiapsiagaan di Pulau Bali dan menjelaskan upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Bali. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deduktif serta teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, wawancara dan observasi. Hasil/Temuan: Hasil dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa kesiapsiagaan Pemerintah Daerah Provinsi Bali dalam Penanggulangan Bencana sudah dilaksanakan bersama masyarakat desa dan Dinas terkait, tetapi masih perlu mengoptimalkan komponen penunjang sarana dan prasarana seperti aspek komunikasi yang belum memahami mengenali rencana yang disiapkan Pemerintah Provinsi Bali ketika keadaan darurat bencana. Kesimpulan: kesiapsiagaan Provinsi Bali terhadap bencana sudah baik. Hal tersebut dapat dilihat dari berbagai persiapan yang dilakukan dan juga teknologi yang sudah memadai.