=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195447 =005 20260416075001 =035 ##$$a 0010-0426000592 =245 1#$$a ANALISIS SMART GOVERNANCE DALAM MEWUJUDKAN SMART CITY DI KOTA BANDA ACEH PROVINSI ACEH /$c Fadhil Rusydi =100 #$$a Fadhil Rusydi =300 ##$$a 9 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15630 =700 #$$a Layla Kurniawati =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 352.150 959 811 12 =084 ##$$a 352.150 959 811 12 FAD a =650 #4$$a Administrasi Pemerintahan Daerah =520 ##$$a barluasan informasi publik yang rendah, dan banyaknya aplikasi membuat penyelenggaraan smart governance Kota Banda Aceh tidak maksimal. Maka, penelitian ini membahas pelaksanaan smart city khususnya dimensi smart governance di Kota Banda Aceh. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis smart governance Kota Banda Aceh dalam mewujudkan smart city dan mengetahui bagaimana upaya dari Dinas Komunikasi Informatika dan Statistika Kota Banda Aceh untuk meningkatkan smart governance dalam mewujudkan smart city di Kota Banda Aceh. Metode : Metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif induktif digunakan pada penelitian ini. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dokumentasi, dan triangulasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori smart governance (Cohen, 2014:2). Cohen mengkaji smart governance dari 3 dimensi, yaitu online service, infrastructure, dan open government. Hasil/Temuan : Hasil penelitian memperlihatkan bahwa smart governance di Kota Banda Aceh sudah baik. Namun, terdapat beberapa kendala yang harus diperbaiki seperti perluasan pembayaran online dalam penyelenggaraan pemerintahan perlu diperluas kembali, infrastruktur seperti ketersediaan wifi umum gratis, data center, integrasi pelayanan kesehatan dan keselamatan. Kesimpulan : Peneliti menyarankan untuk membangun super apps, membangun data center yang ideal, dan mengajak pihak di luar pemerintahan untuk melakukan produksi data pada Portal Open Data Kota Banda Aceh.