=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195455 =005 20260416054027 =035 ##$$a 0010-0426000600 =245 1#$$a STRATEGI PEMERINTAH DALAM PENURUNAN ANGKA KEMATIAN IBU DAN BAYI DI KOTA TASIKMALAYA /$c Muhammad Dimas Fernandi =100 #$$a Muhammad Dimas Fernandi =300 ##$$a 8 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14437 =700 #$$a Gatiningsih =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 362.198 259 824 46 =084 ##$$a 362.198 259 824 46 MUH s =650 #4$$a Kesehatan Ibu dan Anak =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada permasalahan tentang kependudukan yang terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk. india adalah negara terpadat keempat setelah China, India, dan Amerika Serikat Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor pemungkin dan penghambat serta strategi pemerintah untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak, untuk dijadikan acuan dalam pelaksanaan kebijakan agar terselenggaranya kesehatan masyarakat yang optimal untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera. 2 Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dan dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara,, observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Dari penelitian yang dilakukan oleh penulis, hasil yang diperoleh adalah Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu metrik yang sangat penting untuk menilai status kesehatan suatu kota/kabupaten. Oleh karena itu, diperlukan upaya maksimal dari pemerintah untuk menurunkan angka kematian bayi dan ibu. Indonesia masih sangat minim dalam tercapainya Indonesia yang sehat dan masih jauh dalam tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs). Kematian ibu dan anak merupakan salah satu tugas negara, karena ibu dan anak adalah warga negara yang harus dilindungi. Ibu adalah generasi pengubah dan bayi adalah benih generasi penerus bangsa yang membawa perubahan, terkadang dengan kepentingan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dari segi kesehatan. Jika angka kematian ibu dan anak dibiarkan meningkat dan Pemerintah Kota Tasikmalaya tidak mendapat perhatian khusus, akibatnya adalah penurunan kesejahteraan sosial dan pembangunan ekonomi. Kesimpulan: Program penurunan AKI dan AKB secara kuantitas sudah terpenuhi artinya strategi pemerintah dalam penurunan AKI dan AKB sudah banyak direalisasikan oleh Dinas Kesehatan namun perlu adanya evaluasi dari segi kualitas pelayanan yang masih banyak kekurangan dari segi SDM maupun dari faktor eksternal.