=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195463 =005 20260416061016 =035 ##$$a 0010-0426000608 =245 1#$$a OPTIMALISASI PENGUNAAN ANGGARAN DAERAH UNTUK KESEHATAN MASYARAKAT PADA DINAS KESEHATAN KABUPATEN PUNCAK PROVINSI PAPUA TENGAH /$c Gerry Kenevan D. Kopeu =100 #$$a Gerry Kenevan D. Kopeu =300 ##$$a 9 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15424 =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 352.150 959 881 52 =084 ##$$a 352.150 959 881 52 GER o =650 #4$$a Administrasi Pemerintahan Daerah =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kinerja masyarakat diwujudkan dengan meningkatkan Kesehatan masyarakat daerah dari segala bidang. Terutama Anggaran untuk Kesehatan, mengola anggaran daerah dengan meningkatkan Kesehatan. Ketersediaan anggaran Dana Alokasi Khusus atau DAK fisik menentukan peningkatan Kesehatan masyarakat. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini melihat bagaimana optimalnya anggaran daerah dalam meningkatakan Kesehatan masyarakat Kabupaten Puncak Provinsi Papua Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan melakukan studi pada organisasi perangkat daerah yang mengelola keuangan pemerintah daerah dan mewawancarai pegawai serta mengumpulkan data terkait. Data yang digunakan diambil dari Dinas Kesehatan Kabupaten Puncak sebagai penyelengara pencegahan dan pengendalian penyakit serta pelayanan dan sumber daya Kesehatan. Hasil/Temuan: Pengalokasian anggaran daerah harus dilakukan dengan perencanaan yang baik dan perlu peningkatan anggaran kesehatan agar dapat membiayai rencana kerja daerah. Pengalokasian anggaran di Kabupaten Puncak disesuaikan dengan prioritas daerah yakni dalam bidang Kesehatan. Ketersediaan anggaran daerah yang ada digunakan secara optimal dan disesuaikan dengan prioritas daerah Kabupaten Puncak. Kesimpulan: Hasil dari penelitian ini menunjukkan pengelolaan anggaran daerah bidang Kesehatan cukup optimal dikarenakan adanya upaya yang dilakukan oleh Dinas kesehatan. Dapat dijelaskan menggunakan teori Siringoringo yang menjelaskan konsep optimalisasi berdasarkan tujuan, alternatif keputusan, dan sumberdaya yang membatasi. Hambatan yang ditemukan yaitu perencanaan belum matang, kinerja pegawai belum maksimal. Adapun upaya yaitu perencanaan secara matang, Meningkatkan SDM.