=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195478 =005 20260417125350 =035 ##$$a 0010-0426000623 =245 1#$$a EFEKTIVITAS PROGRAM KAMPUNG KB DALAM LAJU PERTUMBUHAN PENDUDUK DI DESA GUNTURMEKAR KECAMATAN TANJUNGKERTA KABUPATEN SUMEDANG PROVINSI JAWA BARAT /$c Amelia hidayati =100 #$$a Amelia hidayati =300 ##$$a 8 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14806 =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 363.965 982 4 =084 ##$$a 363.965 982 4 AME e =650 #4$$a Keluarga berencana =520 ##$$a Permasalahan/ Latar Belakang (GAP) :Fenomena sampah di Kecamatan Medan Denai terus meningkat seiring pertambahan jumlah penduduk. Munculnya Peraturan Walikota Nomor 18 Tahun 2021 tentang Pelimpahan Sebagian Kewenangan Pengelolaan Sampah merupakan bentuk upaya pemerintah Kota Medan dalam menunjukkan keseriusannya untuk pengelolaan sampah. Masalah Penelitian ini adalah bagaimana Implementasi Peraturan Walikota Nomor 18 Tahun 2021 tentang Pelimpahan Sebagian Kewenangan Pengelolaan Persampahan kepada Camat Serta faktor penghambat dalam Implementasi Peraturan tersebut. Tujuan:Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi kebijakan pemerintah dalam pengelolaan sampah di Kecamatan Medan Denai Kota Medan beserta faktor penghambatnya. Metode: Metode penelitian ini adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi serta hasilnya dianalisis dengan deskriptif kualitatif. Hasil Temuan :Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Implementasi kebijakan pengelolaan sampah di Kecamatan Medan Denai Sudah terlaksana. Hal ini terlihat dari segi komunikasi, sosialisasi atas pengurangan sampah berhenti yang masih berjalan hingga saat ini. Konsistensi dalam Implementasi peraturan tersebut juga sudah cukup baik. Kesimpulan :Sumber daya pelaksana kebijakan ini sudah cukup mumpuni dalam pelaksanaannya, Baik itu dari Sumber daya Manusia maupun sumber daya Anggaran. Sarana dan prasarana juga sudah cukup memadai seperti banyaknya unit armada dan TPS yang tersedia dengan kondisinya yang masih baik. Dari segi disposisi, sikap pelaksana sudah menunjukkan komitmen dan kejujuran. Dari segi struktur birokrasi, adanya SOP terkait pengelolaan sampah dan fragmentasi yang melibatkan DLH, Kecamatan hingga masyarakat di kelurahan. (2) Faktor penghambat terdiri dari rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pembuangan sampah. Saran dari penelitian ini perlu adanya sosialisasi yang rutin agar Masyarakat semakin peka dan peduli dengan kebersihan lingkungan sehingga akan menciptakan Lingkungan yang sehat dan bebas dari sampah. Karena semua berawal dari masyarakat dan berakhir untuk masyarakat