=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195492 =005 20260417020557 =035 ##$$a 0010-0426000637 =245 1#$$a KINERJA APARATUR DALAM PENGEMBANGAN DAYA TARIK WISATA DI DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA BATAM PROVINSI KEPULAUAN RIAU /$c Agnes Sofiana Br Simamora =100 #$$a Agnes Sofiana Br Simamora =300 ##$$a 10 : $b ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13072 =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 338.479 159 814 3 =084 ##$$a 338.479 159 814 3 AGN k =650 #4$$a pengelolaan dan pengembangan =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang: Pariwisata merupakan salah satu sektor dengan potensi yang sampai saat ini terus dikembangkan dan menjadi sumber pendapatan. Kota Batam merupakan salah satu daerah dengan magnet pariwisata yang kuat dalam menarik pengunjung. Apabila dikelola dengan baik maka sektor pariwisata akan meningkatkan pendapatan asli daerah serta menciptakan lapangan kerja sehingga menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan. Namun, aparatur yang kompeten atau ahli di bidang pariwisata menjadi hambatan dalam meningkatkan kinerja aparatur di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja aparatur Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam pengembangan daya Tarik wisata di Kota Batam, 2 mengidentifikasi faktor penghambat kinerja aparatur Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam pengembangan daya Tarik wisata Kota Batam, dan menemukan upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukan bahwa kinerja aparatur dalam pengembangan daya tarik wisata di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau masih belum optimal. Hal ini diukur berdasarkan empat indikator yaitu kualitas kerja, kuantitas kerja, pelaksanaan tugas dan tanggung jawab. Kesimpulan: Kinerja aparatur dalam pengembangan daya tarik wisata di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau masih belum optimal. Hambatan dalam pelaksanaannya yaitu kurangnya fasilitas kerja, kurangnya keahlian yang dimiliki aparatur serta kurangnya inovasi aparatur. Upaya yang sudah dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yaitu menambah fasilitas kerja aparatur, memberikan pelatihan bagi aparatur dan memberikan kesempatan bagi aparatur untuk mengikuti seminar kepariwisataan