=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195508 =005 20260417083240 =035 ##$$a 0010-0426000653 =245 1#$$a PEMBINAAN ANAK JALANAN OLEH DINAS SOSIAL KOTA PEMATANGSIANTAR PROVINSI SUMATERA UTARA /$c Silaen, Irfan Maresco =100 #$$a Silaen, Irfan Maresco =300 ##$$a 7 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14882 =700 #$$a Rahman Ibrahim =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 362.759 812 31 =084 ##$$a 362.759 812 31 SIL p =650 #4$$a Anak Jalanan =520 ##$$a Permasalahan/Latar belakang (GAP): Anak jalanan menjadi suatu permasalahan yang harus diperhatikan dan diberikan pembinaan dikarenakan anak akan menjadi potensi yang sangat berharga bagi pembangunan suatu wilayah bilamana anak diberi kesempatan, dibina, dan dikembangkan. Seorang anak harus diberikan dorongan dalam mempersiapkan diri dalam tumbuh dan kembangnya oleh karena itu penulis tertarik untuk menyusun skripsi ini. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan bagaimana pembinaan anak jalanan oleh Dinas Sosial Kota Pematangsiantar. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah data primer dan data sekunder, baik dari pejabat di Dinas Sosial, masyarakat, anak jalanan dan dokumen. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi dengan teknik analisis data yaitu dimulai dari pengumpulan data, reduksi data lalu penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukan bahwa pembinaan yang dilakukan oleh Dinas Sosial Kota Pematangsiantar dalam pembinaan anak jalanan belum maksimal. Kesimpulan: Keterbatasan anggaran dan jumlah pekerja sosial yang sangat minim adalah faktor utamanya. Atas hasil penelitian tersebut, penulis menyarankan agar para pengambil kebijakan di Kota Pematangsiantar mengevaluasi secara serius pelaksanaan pembinaan terhadap anak jalanan. Penulis juga menyarankan agar dilakukan sosialisasi secara aktif kepada masyarakat mengenai pentingnya melindungi anak dari eskploitasi yang dapat wujudkan dalam bentuk kampanye untuk tidak mudah memberi uang kepada anak yang sering meminta-minta di jalan.