=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195526 =005 20260417091602 =035 ##$$a 0010-0426000671 =245 1#$$a SOSIALISASI PEMBELAJARAN BERDASARKAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR DI TINGKAT SMP DI KABUPATEN YALIMO PROVINSI PAPUA /$c Dominggus Walianggen =100 #$$a Dominggus Walianggen =300 ##$$a 14 : $b ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/16170 =700 #$$a Baharuddin Thahir =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 375.006 598 816 3 =084 ##$$a 375.006 598 816 3 DOM s =650 #4$$a Kurikulum Merdeka di SMP =520 ##$$a Permasalahan: Kurangnya sosialisasi kurikulum merdeka belajar di kabupatenYalimo sehingga kualitas pendidikan dan kualitas SDM nya masih rendah. Tujuan: penelitian ini Mengetahui dan menganalisis sosialisasi yang dilakukandalam penerapan kurikulum merdeka belajar di Kabupaten Yalimosertadampak dari pada kurangnya sosialisasi. Metode: metode yang digunakandalam penelitian ini deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Data-datadikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informanpadapenelitian ini berjumlah 12 orang.Teori yang digunakan dalampenelitianini adalah teori Sosialisasi Menurut Karsidi (2008), terdapat empat dimensi yaitutujuan sosialisasi, jenis-jenis sosialisasi, proses sosialisasi dan hambatanhambatan sosialisasi. Penelitian ini berdasarkan masalah atau fenomena yang terjadi di kabupaten Yalimo, yaitu kurangnya tingkat kualitas manusia dan kompetensi di beberapa sekolah yang ada di kabupaten Yalimo. Hasil Temuan: sosialisasi program merdeka belajar dibutuhkan untuk mempermudah pelaksanaan pembelajaran berbasis merdeka belajar, untuk memberdayakan siswa yang berkulitas, dan siswa yang berkarakter. Kesimpulan: dari hasil penelitian ini ditemukan ada beberapa Upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk mempersiapkan pendidikan berbasis program merdeka belajar adalah membentuk program guru penggerak, meningkatkan perlengkapan sarana, dan penyediaan perpustakaan fasilitas sarana prasarana, dan program guru penggerak.