=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195543 =005 20260417093554 =035 ##$$a 0010-0426000688 =245 1#$$a SINERGITAS SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DENGAN KANTOR PENGAWASAN DAN PELAYANAN BEA DAN CUKAI TIPE MADYA PABEAN C DALAM PEMEBERANTASAN PEREDARAN ROKOK ILEGAL DI KABUPATEN JEMBER /$c Lafadz Malik Fahlef =100 #$$a Lafadz Malik Fahlef =300 ##$$a 15 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23325 =700 #$$a Wiredarme =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 =082 ##$$a 363.598 288 1 =084 ##$$a 363.598 288 1 LAF s =650 #4$$a Permasalahan sosial =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP):Rokok ilegal merupakan salah satu barang cukai yang tidak melewati proses kepabeanan sehingga dapat merugikan pendapatan negara. Kabupaten Jember memberikan perhatian khusus mengenai peredaran rokok ilegal dikarenakan tidak hanya mengancam pendapatan suatu daerah tetapi juga dapat mengancam bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Jember sedang berusaha untuk memberantas peredaran barang ilegal tersebut, yakni membentuk pola kerja bersama lebih tepatnya Sinergitas antara Satuan Polisi Pamong Praja dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (KPPBC TMP C). Tujuan: tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sinergitas antara Satuan Polisi Pamong Praja dengan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C dalam melakukan pemberantasan rokok ilegal di Kabupaten Jember. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Kualitatif Deskriptif dengan sumber data primer dan sekunder dengan menggunakan teori sinergitas Najiyati dan Rahmat dalam Rahmawati. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu komunikasi dan koordinasi yang dilakukan kedua instansi sudah baik sehingga terbangun sinergitas secara sitematis dan tertata. Kesimpulan: bahwa sinergitas Satuan Polisi Pamong Praja dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C dalam pemberantasan peredaran rokok ilegal di Kabupaten Jember sudah baik dan penting untuk dipertahankan. Hal ini disebabkan oleh sistem komunikasi dan koordinasi yang dilakukan sudah membentuk keterikatan.