=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195544 =005 20260417093725 =035 ##$$a 0010-0426000689 =245 1#$$a PENGARUH PENATAUSAHAAN ASET TETAP TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PADA BADAN PENDAPATAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN LANNY JAYA PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN /$c Nova Sarce Kogoya =100 #$$a Nova Sarce Kogoya =300 ##$$a 31 : $b ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15668 =700 #$$a Decky Dwi Utomo =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 657.359 881 54 =084 ##$$a 657.359 881 54 NOV p =650 #4$$a Laporan Keuangan =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Permasalahan terkait dengan situasi yang terjadi pada Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Lanny Jaya atas penyajian laporan keuangan sebagai wujud tata kelola keuangan daerah yang transparan dan akuntabel yang diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dimana masih terdapat kendala yang dipengaruhi oleh penatausahaan aset tetap.Tujuan: tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penatausahaan aset tetap terhadap kualitas laporan keuangan pada Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Lanny Jaya. Metode: Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan hubungan kausal. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Penatausahaan Aset Tetap dan Kualitas Laporan Keuangan pada Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. Adapun alat bantu statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan Software Statistikal Product and Service Solution (SPSS) 26.0 for Windows. Sebagaimana penelitian ini dilakukan di Badan Pendapat Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Lanny Jaya. Hasil/Temuan: Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa H0 diterima dan Ha ditolak atau Penatausahaan Aset Tetap berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kualitas Laporan Keuangan Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. Hal ini juga menjelaskan kategorinya rendah namun nilai RSquare dinyatakan 0,010 sehingga dapat dinyatakan berkontribusi pada variabel penatausahan aset tetap dan variabel Kualitas BPPKAD. Kesimpulan: Berdasarkan uji variabel dengan persentase skor tanggapan responden, pelaksanaan Penatausahan Aset Tetap(x) 3,31% dikategorikan rendah sedangkan Kualitas Laporan Keuangan Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (Y) 3,17 dikategori rendah tidak berpengaruh namun masih berkontribusi 0,02%.