=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195570 =005 20260417100331 =035 ##$$a 0010-0426000715 =245 1#$$a RELOKASI WARGA TERDAMPAK BENCANA TANAH GERAK DI DESA PURU KECAMATAN SURUH KABUPATEN TRENGGALEK /$c Fauzia Salsabila =100 #$$a Fauzia Salsabila =300 ##$$a 14 : $b ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20970 =700 #$$a Sutiyo =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 =082 ##$$a 362.598 281 3 =084 ##$$a 362.598 281 3 FAU r =650 #4$$a Permasalahan sosial =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada permasalahan bencana tanah gerak di Desa Puru, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek, menyebabkan kerusakan parah pada rumah dan infrastruktur warga, sehingga diperlukan relokasi untuk menjamin keselamatan dan keberlanjutan hidup mereka. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi bencana tanah gerak, proses relokasi yang dilakukan, serta dampaknya terhadap kesejahteraan warga yang direlokasi. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, Focused Group Discussion (FGD), dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan analisis terhadap proses relokasi menurut Michael Cernea tentang Resettlememt and Reconstruction Models. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam (8 informan), FGD (8 rumah tangga), dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa relokasi dilakukan secara partisipatif dan mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat. Warga tidak mengalami kehilangan mata pencaharian karena aktivitas peternakan dan pertanian masih dapat dilakukan di lokasi lama, dan adaptasi terhadap lingkungan baru berjalan dengan baik. Relokasi ini secara umum berdampak positif terhadap kesejahteraan warga, terutama dari segi keamanan, akses terhadap fasilitas umum, dan kehidupan sosial yang lebih terorganisir. Berdasarkan kajian yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu proses perencanaan dan pelaksanaan relokasi tergolong baik, meskipun masih belum terarsip dengan baik seperti susunan surat keputusan satuan tugas penanganan relokasi dan fasilitas di lokasi yang baru beberapa belum tercukupi dengan baik seperti sanitasi. Kesimpulan: Proses relokasi warga terdampak bencana tanah gerak di Desa Puru telah berjalan dengan baik, hal ini dikarenakan adanya partisipasi masyarakat yang aktif dan pemerintah yang tanggap dengan program relokasi ini. Guna mensejahterakan warga terdampak, disarankan untuk mengembangkan strategi adaptasi dalam sektor peternakan dan pertanian agar mata pencaharian warga tetap berjalan optimal dan kondusif. Dalam hal ini, diperlukan kajian lebih mendalam mengenai strategi terbaik dalam penyediaan lahan usaha bagi warga yang terdampak relokasi, terutama dalam sektor pertanian dan peternakan.