=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195580 =005 20260417103535 =035 ##$$a 0010-0426000725 =035 ##$$a 0010-0226001118 =245 1#$$a KOLABORASI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DAN MASYARAKAT DALAM PENANGANAN PASCA BENCANA BANJIR DI KOTA MEDAN PROVINSI SUMATERA UTARA /$c Agung Prasetio =100 #$$a Agung Prasetio =250 ##$$a - =300 ##$$a 11 : $b ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19268 =700 #$$a Selamat Jalaludin =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024 =082 ##$$a 363.348 859 812 11 =084 ##$$a 363.348 859 812 11 AGU k =020 ##$$a - =650 #4$$a kolaborasi =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pemerintah Kota Medan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Medan berupaya untuk memberikan kehidupan dan penghidupan atas bencana demi menciptakan kesejahteraan umum bagi masyarakat. Tentunya hal ini, tidak akan berjalan dengan lancar tanpa adanya kolaborasi yang baik antara pemerintah dengan masyarakat itu sendiri. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kolaborasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan masyarakat pada penanganan pasca bencana banjir di Kota Medan, mengetahui faktor penghambat dan upaya mengatasi hambatan penanganan pasca bencana banjir di Kota Medan. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan induktif. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu dengan wawancara, observasi, kemudian dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kolaborasi badan penanggulangan bencana daerah dengan masyarakat telah terlaksana dengan baik. Hambatan yang menjadi kendala dalam pelaksanaan kolaborasi ini adalah realisasi anggaran kurang maksimal, kesadaran masyarakat, sarana dan prasarana terbatas. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah kolaborasi terlaksana baik, namun ada hambatan seperti realisasi anggaran yang kurang optimal, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, dan keterbatasan sarana dan prasarana. Untuk mengatasi hambatan ini, disarankan perlu dilakukan sosialisasi meningkatkan kesadaran lingkungan, pembentukan Desa Tangguh Bencana di area rawan, serta pembaruan dalam pengelolaan anggaran.