=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195589 =005 20260417111702 =035 ##$$a 0010-0426000734 =245 1#$$a MODEL COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM RESILIENSI TERHADAP ANCAMAN RABIES DI KOTA KUPANG PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR /$c Faisal Mahdi Salama =100 #$$a Faisal Mahdi Salama =300 ##$$a 8 : $b ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19919 =700 #$$a M. Amin =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024 =082 ##$$a 352.115 598 686 3 =084 ##$$a 352.115 598 686 3 FAI m =650 #4$$a model =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Rabies merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh virus Lyssavirus dengan angka kematian mencapai 59.000 jiwa setiap tahunnya. Adanya temuan anjing mati positif rabies di Kota Kupang yang daerah bebas rabies di Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan ancaman pada bagi masyarakat. Tujuan: Penelitian ini memiliki tujuan untuk memperoleh deskripsi mengenai bagaimana Resiliensi terhadap ancaman rabies di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, mengetahui model Collaborative Governance dalam Upaya resiliensi yang dilakukan, kemudian mengetahui apa yang menjadi faktor pendukung dan faktor penghambat, serta menganalisis upaya yang dilakukan mengatasi faktor penghambat Collaborative Governance dalam resiliensi terhadap ancaman rabies di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur. Metode: Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam konteks penelitian kualitatif ini, peneliti menjadi instrumen utama yang bertanggung jawab dalam pembuatan fokus, pemilihan informan, pengumpulan data, analisis, interpretasi, dan kesimpulan. Pedoman wawancara menjadi panduan bagi peneliti dalam melakukan observasi langsung terhadap narasumber. Hasil: Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa adanya pembangunan resiliensi terhadap ancaman rabies di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, dengan kolaborasi antara unsur pemerintah, unsur swasta, dan unsur masyarakat di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur menjadikan Kota Kupang dapat mempertahankan sebagai daerah bebas rabies. Kesimpulan: Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah Resiliensi terhadap ancaman Rabies di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur telah terbangun melalui upaya pendataan dan vaksinasi terhadap hewan pembawa rabies, vaksinasi terhadap korban gigitan hewan pembawa rabies. Melalui Collaborative Governance sebagai upaya eliminasi ancaman rabies di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur.