=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195621 =005 20260417120936 =035 ##$$a 0010-0426000766 =245 1#$$a PENGEMBANGAN KOMPETENSI APARATUR DINAS KOPERASI USAHA KECIL DAN MENENGAH KABUPATEN MUARA ENIM PROVINSI SUMATERA SELATAN /$c Sarah Nabila Putri =100 #$$a Sarah Nabila Putri =300 ##$$a 14 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17884 =700 #$$a Rinny Dewi Anggraeni =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024 =082 ##$$a 352.655 981 614 2 =084 ##$$a 352.655 981 614 2 SAR p =650 #4$$a aparatur sipil =520 ##$$a Pernyataan Masalah/Latar Belakang (GAP): Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana Pengembangan kompetensi aparatur di Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Muara Enim, mengetahui faktor yang menjadi penghambat kegiatan pengembangan serta upaya pengembangan kompetensi pegawai yang perlu dilakukan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah Kabupaten Muara Enim. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana pengembangan kompetensi pegawai di Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Muara Enim, mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat kegiatan pengembangan, dan merumuskan upaya yang perlu dilakukan untuk meningkatkan pengembangan kompetensi pegawai. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Adapun sumber data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Sumber data primer yaitu aparatur pemerintah di Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Muara Enim yang diwawancara secara langsung oleh penulis sedangkan sumber data sekunder yaitu dokumen pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data diperoleh melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pengembangan kompetensi aparatur di Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Muara Enim belum maksimal. Pengembangan kompetensi melalui pelatihan belum optimal, namun bagi pegawai yang telah mengikuti pelatihan, terdapat pengaruh pada keterampilan pegawai. Pengembangan kompetensi melalui mutasi telah dilaksanakan dan dapat meningkatkan beberapa kompetensi pegawai seperti kedisiplinan, produktivitas, dan mengurangi tingkat kesalahan. Kesimpulan: Adapun hambatan yang menjadi penyebab tidak maksimalnya pelaksanaan pengembangan kompetensi seperti keterbatasan anggaran dan kurangnya motivasi pegawai sehingga perlu dilakukan upaya berupa peningkatan kesempatan pendidikan dan pelatihan pegawai serta peningkatan motivasi.