=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195652 =005 20260417124801 =035 ##$$a 0010-0426000797 =245 1#$$a PARTISIPASI POLITIK NARAPIDANA PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH 2020 DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB BANJARBARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN /$c Zakia Salsabila Putri =100 #$$a Zakia Salsabila Putri =300 ##$$a 8 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14853 =700 #$$a Heru Rochmansjah =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 323.042 598 361 3 =084 ##$$a 323.042 598 361 3 ZAK p =650 #4$$a Partisipasi Politik =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada tinggi atau rendahnya partisipasi narapidana dalam pelaksanaan Pilkada 2020 di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui partisipasi narapidana, upaya dari berbagai instansi terkait KPU, Lapas, Bawaslu, dan Disdukcapil maupun hambatan dalam pelaksanaan penyelenggaraan pemilihan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kota Banjarbaru. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan teori partisipasi model CLEAR dari Lowndes dan Pratchett. Teknik Pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu partisipasi narapidana dalam pelaksanaan penyelenggaraan pemilihan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan belum bisa dikatakan optimal, hal ini ditunjukkan dari masih kurangnya pemahaman narapidana akan pentingnya memberikan hak suaranya dalam pemilihan, masih minimnya pelaksanaan sosialisasi oleh KPU dan Bawaslu, kurangnya ketersediaan sumber daya aparatur, serta proses perekamanan pendataan yang memerlukan waktu lebih karena perekaman ulang. Kesimpulan: partisipasi narapidana dalam pelaksanaan Pilkada 2020 di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB di Kota Banjarbaru dapat dikatakan belum optimal, dari segi sarana maupun prasarana yang kurang serta sosialisasi kepada narapidana yang kurang mengakibatkan banyak narapidana yang tidak menegetahui pentingnya memberikan hak suaranya di pemilihan. Guna meningkatkan partisipasi narapidana dalam pelaksanaan pemilihan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kota Banjarbaru , disarankan dari peneliti kepada KPU, Bawaslu, Disdukcapil, dan Lapas adalah lebih meningkatkan kegiatan sosialisasi, menambah jumlah pegawai di KPU, melakukan kerja sama dengan sektor lain dan membuat sebuah inovasi lainnya yang dapat meningkatkan partisipasi narapidana.