=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195665 =005 20260417011140 =035 ##$$a 0010-0426000810 =245 1#$$a STRATEGI DINAS TENAGA KERJA DALAM MENGURANGI TINGKAT PENGANGGURAN DI KABUPATEN SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR /$c KUMARA DARMA RAKSAKA =100 #$$a KUMARA DARMA RAKSAKA =300 ##$$a 10 : $b ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15800 =700 #$$a Gatiningsih =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 331.137 598 28 =084 ##$$a 331.137 598 28 KUM s =650 #4$$a pengangguran =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Dengan adanya penduduk yang padat, serta diiringi dengan kurangnya lapangan pekerjaan. Maka timbul permasalahan mengenai tingkat pengangguran yang tinggi. Salah satu faktor yang juga mempengaruhi tingginya tingkat pengangguran adalah tersedianya lapangan kerja. Setiap tahunnya tenaga kerja di Indonesia terus bertambah, namun negara belum mampu memberikan kesempatan kerja yang cukup bagi masyarakat. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana program, faktor-faktor yang mempengaruhi, serta hasil dari strategi Dinas Tenaga Kerja dalam mengurangi tingkat pengangguran. Metode: Metode yang digunakan penulis dalam menulis skripsi ini ialah menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan deskriptif dengan analisis induktif. Penulis mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun Teknik analisis yang penulis gunakan adalah Teknik analisis swot dari rangkuti. Tenik analisis swot didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan 2 dan peluang, namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan dan ancaman. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo sudah positif yakni strategi yang memanfaatkann teknologi sebagai wadah untuk membuka lapangan kerja baru. Kesimpulan: Penulis menyimpulkan hasil dari penelitian ini adalah mengurangi tingkat pengangguran dengan cara memperkuat peluang yang ada yaitu Potensi masyarakat yang besar dalam berwirausaha dianggap lebih mampu menyerap pengangguran daripada hanya mengandalkan penyerapan tenaga kerja di bidang industri,dst. Pastisipasi masyarakat juga merupakan faktor penting dalam mengurangi tingkat pengangguran, karena masyarakat yang cenderung berpartisipasi aktif lebih semangat untuk mendapat pekerjaan dari pada masyarakat yang hanya pasrah terhadap keadaan. Selain itu juga adanya ilmu mengenai teknologi yang diberikan saat pelatihan akan sangat berguna di masa sekarang terutama pada saat penerapan berwirausaha.