=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195677 =005 20260417013045 =035 ##$$a 0010-0426000822 =245 1#$$a PENGEMBANGAN PEGAWAI NEGERI SIPIL MELALUI BIMBINGAN TEKNIS DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI KERJA DI BIDANG PERUMAHAN DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PEMUKIMAN KABUPATEN TELUK BINTUNI /$c Melisa Merdila Veronika Hindom =100 #$$a Melisa Merdila Veronika Hindom =300 ##$$a 14 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18646 =700 #$$a Rikha Murliasari =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024 =082 ##$$a 352.655 982 2 =084 ##$$a 352.655 982 2 MEL p =650 #4$$a aparatur sipil negara =520 ##$$a Pernyataan Masalah/Latar Belakang (GAP): Keterbatasan kompetensi dan keterampilan para pegawai negeri sipil di Bidang Perumahan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Teluk Bintuni terlihat dari beberapa staf yang masih belum memiliki pemahaman mendalam mengenai perkembangan terkini dalam perencanaan dan pengelolaan pembangunan perumahan. Seiring dengan dinamika peraturan dan kebijakan yang terus berubah, adanya keterbatasan dalam pemahaman ini dapat menghambat kemampuan Bidang Perumahan untuk secara optimal merencanakan dan mengawasi proyek-proyek infrastruktur perumahan. Tujuan: Mengembangkan kompetensi kerja pegawai negeri sipil di Bidang Perumahan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Teluk Bintuni melalui bimbingan teknis. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Pemilihan informan dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Hasil: Proses pengembangan pegawai negeri sipil melalui bimbingan teknis di Bidang Perumahan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Teluk Bintuni dilaksanakan dengan cukup baik. Namun, terdapat beberapa hambatan, seperti staf yang sulit memahami pentingnya mengikuti BIMTEK, masalah anggaran yang membatasi frekuensi kegiatan ini menjadi hanya sekali setahun, dan kecemburuan sosial antar pegawai. Kesimpulan: Solusi untuk mengatasi hambatan dalam proses pengembangan pegawai negeri sipil melalui bimbingan teknis adalah dengan memberikan pengetahuan kepada staf mengenai pentingnya mengikuti BIMTEK, menambah anggaran untuk kegiatan tersebut agar tidak hanya dilakukan setahun sekali, dan mendekatkan diri dengan atasan untuk mengurangi kecemburuan sosial antar pegawai.