=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195719 =005 20260420092344 =035 ##$$a 0010-0426000864 =245 1#$$a PERLINDUNGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI PENCEGAHAN STUNTING DI KOTA SOLOK PROVINSI SUMATERA BARAT /$c Muthia Safira =100 #$$a Muthia Safira =300 ##$$a 8 =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13283 =700 #$$a Lalu Satria Utama =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 362.125 981 3 =084 ##$$a 362.125 981 3 MUT p =650 #4$$a kesehatan masyarakat =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang : Urusan pemerintahan terdiri atas urusan pemerintahan absolut, urusan pemerintahan konkuren, dan urusan pemerintahan umum. Urusan pemerintahan konkuren terdiri atas urusan pemerintahan wajib dan urusan pemerintahan pilihan. Urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar antara lain pendidikan; kesehatan; ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat; serta sosial. Berdasarkan salah satu urusan pemerintahan wajib pelayanan dasar adalah ketentraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat.Kemudian salah satu bentuk perlindungan masyarakat dalam hal ini yaitu upaya pencegahan stunting.Tujuan :penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya yang diIakukan oIeh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana daIam optimaIisasi pencegahan Stunting di Kota SoIok Provinsi Sumatera Barat ,faktor-faktor hambatannya serta bagaimana upaya yang diIakukan oIeh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dalam mengatasi hambatan dalam optimaIisasi pencegahan Stunting di Kota SoIok Provinsi Sumatera Barat.Metode:metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan wawancara,observasi,dokumentasi dalam pengumpulan data.Analisis bentuk optimalisasi menggunakan teori dari Siringo-ringo yakni tujuan,alternatif keputusan dan sumber daya yang membatasi. Hasil/Temuan: hasil penelitian menunjukkan bahwa Upaya Dinas Pendendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dalam Pencegahan Stunting di Kota Solok belum optimal,berbagai program pencegahan stunting sudah dilaksanakan namun masih menemukan beberapa factor hambatan dalam pelaksanaannya,diantaranya upaya koordinasi dalam pencegahan stunting yang dilakukan antar OPD belum cukup maksimal ,serta Tingkat pengetahuan masyarakat yang rendah mengenai stunting,kemudian upaya yang dilakukan peningkatan koordinasi antar OPD adalah dengan megadakan pertemuan dan rapat dalam rangka untuk membahas solusi dari permasalahan stunting, serta dengan Upaya sosialisasi untuk peningkatan pengetahuan masyarakat.Kesimpulan:optimalisasi pencegahan stunting di Kota Solok belum optimal karena disebabkan oleh beberapa faktor penghambat.