=LDR 00000nam 2200000 4500 =001 INLIS000000001195722 =005 20260420100254 =035 ##$$a 0010-0426000867 =245 1#$$a ANALISIS KINERJA KEUANGAN DAERAH BERDASARKAN LAPORAN REALISASI ANGGARAN KOTA BENGKULU PROVINSI BENGKULU /$c Rury Angelita Putri =100 #$$a Rury Angelita Putri =300 ##$$a 17 : $b ilus =856 ##$$a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13090 =700 #$$a Riswati =260 ##$$a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2023 =082 ##$$a 352.435 981 7 =084 ##$$a 352.435 981 7 RUR a =650 #4$$a keuangan daerah =520 ##$$a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kinerja keuangan daerah merupakan penilaian terhadap suatu pencapaian hasil kerja pada suatu daerah dalam menggali dan mengelola sumber keuangan asli daerah sehingga dapat menilai kemampuan daerah dalam menjalankan otonomi daerah. Kinerja keuangan daerah juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan kinerja pemerintahan daerah. Tujuan: Penelitian ini menganalisis kinerja keuangan Pemerintah Kota Bengkulu tahun anggaran 2018-2021, melihat faktor penghambat kinerja keuangan dalam meningkatkan kinerja keuangan daerahnya, serta upaya yang dilakukan untuk meningkatkan 2 kinerja keuangan dari pemerintah daerah Kota Bengkulu. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Laporan Realisasi Anggaran APBD Kota Bengkulu sebagai data sekunder dan hasil wawancara sebagai data primer. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara secara tidak terstruktur dan teknik dokumentasi. Hasil: Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa secara umum kinerja keuangan daerah Kota Bengkulu masih tergolong rendah, hal ini terlihat dari beberapa perhitungan rasio keuangan yang digunakan. Selain itu pelaksanaan kinerja keuangan tersebut memiliki beberapa faktor penghambat sehingga menjadi suatu kendala dalam pengelolaan keuangan daerah. Kesimpulan: Hendaknya Pemerintah Daerah Kota Bengkulu meningkatkan PAD agar lebih efisien, melakukan rotasi pegawai, serta mengoptimalkan intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan sesuai kewenangan dan potensi asli daerah yang ada.